FORUMKOTA.ID | Tegal, Jawa Tengah – Banjir kembali melanda Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Sabtu (28/12/2025). Peristiwa yang nyaris terjadi setiap tahun ini kembali menyisakan duka dan trauma bagi warga, terutama di RT 17 dan RT 27 yang menjadi wilayah terdampak paling parah.
Air banjir dilaporkan mencapai ketinggian pinggang orang dewasa dan merendam rumah-rumah warga selama kurang lebih dua hari. Aktivitas lumpuh, perabotan rusak, dan sebagian warga terpaksa bertahan di dalam rumah dengan kondisi serba terbatas.
Salah satu warga RT 17, Siti Aminah (45), mengaku banjir datang dengan cepat saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Air masuk ke rumah itu malam hari, cepat sekali naiknya. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Kasur, lemari, semua terendam,” ujarnya dengan nada lirih.
“Setiap musim hujan kami selalu was-was. Kalau hujan deras sedikit saja, kami sudah siap-siap angkat barang. Capek, tapi mau bagaimana lagi,” katanya.
Berdasarkan keterangan pemerintah desa, banjir dipicu oleh kombinasi faktor alam dan infrastruktur yang belum memadai. Saluran drainase di sepanjang jalan desa dinilai terlalu sempit, sementara Saluran Jembangan tidak lagi mampu menampung debit air kiriman dari Sungai Kaligung, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Kepala Desa Pesarean, Sujono, menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah di sepanjang aliran Saluran Jembangan terdampak banjir. Ia menyoroti kondisi pintu air di kawasan Lemah Duwur, Desa Kajen, yang dinilai terlalu kecil dan tidak mampu menahan debit air yang besar.
“Wilayah terdampak cukup parah berada di RT 17 dan RT 27. Alhamdulillah, warga sempat mendapat bantuan dari BPBD Kabupaten Tegal,” ujar Sujono kepada media, Senin (5/1/2026).
Meski bantuan darurat telah disalurkan, Sujono menegaskan bahwa persoalan banjir tidak bisa diselesaikan dengan penanganan sementara. Ia menyebut banjir tahunan ini membutuhkan solusi permanen melalui pembenahan infrastruktur.
“Banjir ini sudah jadi agenda tahunan dan sangat mengganggu warga. Kami mohon agar pintu air di Lemah Duwur segera dibenahi dan diperlebar, supaya aliran air dari Saluran Jembangan bisa langsung terbuang dengan lancar,” tegasnya.
Warga pun berharap keluhan mereka mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Mereka menginginkan solusi nyata agar tidak terus hidup dalam bayang-bayang banjir setiap musim hujan tiba.***













