FORUMKOTA.ID | SULTENG __ Tolitoli, 9 Desember 2025 — Pemerintah Kabupaten Tolitoli menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Penapisan (Screening) Analisis Risiko Lingkungan dan Sosial dalam rangka percepatan Penegasan Batas Desa Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Bappeda Tolitoli dan dibuka secara resmi oleh Bupati Tolitoli, H. Amran H. Yahya, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah serta perwakilan Kementerian Dalam Negeri.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, menyanyikan Indonesia Raya dan Patriot Baolan, doa bersama, serta laporan singkat dari Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Tolitoli (TPPBD). Hadir secara virtual, Sekretaris Dirjen Bina Pemerintahan Desa yang juga Kepala PIU ILASPP, Muhammad Mukti, A.P., M.Si., M.H, memberikan sambutan dan arahan terkait pentingnya standarisasi pengukuran batas desa berbasis regulasi dan data spasial yang sahih.
Dalam sambutannya, Bupati Tolitoli H. Amran H Yahya, menekankan bahwa penegasan batas desa bukan hanya urusan administrasi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kejelasan wilayah, kepastian hukum, penyusunan perencanaan pembangunan, serta mitigasi potensi konflik sosial. Melalui pelaksanaan ILASPP, ia berharap penataan batas desa dilakukan secara akurat, berkeadilan, dan mempertimbangkan aspek sosial serta lingkungan.
“Proses penegasan batas desa membutuhkan ketelitian, integritas, dan sinergi lintas sektor. Dukungan Kemendagri sangat penting agar hasilnya sah, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai kaidah teknis,” ujar Bupati H.Amran.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang koordinasi strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, khususnya dalam meningkatkan kualitas tata kelola desa serta akurasi perencanaan pembangunan di Kabupaten Tolitoli.
Setelah sesi sambutan dan pembukaan resmi, acara dilanjutkan dengan foto bersama dan pemaparan materi Bimtek oleh tim teknis yang berkompeten di bidang pemetaan, regulasi desa, mitigasi risiko sosial-lingkungan, dan penyusunan data spasial.
Bupati menutup sambutannya dengan harapan agar hasil Bimtek dapat menjadi fondasi kuat bagi penyusunan pembangunan desa yang lebih tertata dan berkelanjutan.













