Forum kota| OKU Selatan – Sikap Kepala SMKN 2 OKU Selatan, Rohaedi, yang memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media menuai sorotan. Meski telah dihubungi berulang kali melalui pesan WhatsApp oleh wartawan, termasuk dari TV One, hingga berita ini diterbitkan tidak ada tanggapan maupun klarifikasi yang diberikan.
Padahal, konfirmasi merupakan bagian penting dalam proses pemberitaan guna menjunjung asas keberimbangan. Namun, sikap diam yang ditunjukkan Kepala SMKN 2 OKU Selatan justru memunculkan tanda tanya publik di tengah mencuatnya sorotan terhadap dugaan pengelolaan anggaran Dana BOS di sekolah tersebut.
Awak media menilai, sebagai pejabat publik yang mengelola anggaran negara, kepala sekolah semestinya bersikap terbuka dan memberikan penjelasan kepada masyarakat, bukan menghindari konfirmasi. Keterbukaan informasi menjadi bagian dari akuntabilitas dalam pengelolaan dana yang bersumber dari uang negara.
Di sisi lain, dugaan persoalan pengelolaan Dana BOS tersebut kini mendapat perhatian dari kalangan aktivis. Aktivis Sumatera Selatan, Alvin, S.H., memastikan pihaknya tengah menyiapkan laporan resmi kepada Inspektorat dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan agar dugaan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
«”Iya, kami berencana akan melaporkan kepala sekolah tersebut ke Kejaksaan dan Inspektorat. Kami sudah menyiapkan berkas dan bukti-bukti. Tinggal nanti kita lihat hasilnya saja,” tegas Alvin saat diwawancarai awak media.»
Aktivis tersebut berharap aparat pengawas internal pemerintah maupun aparat penegak hukum dapat menelaah seluruh dokumen dan penggunaan anggaran secara profesional, transparan, dan objektif apabila laporan resmi telah disampaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SMKN 2 OKU Selatan, Rohaedi, belum memberikan klarifikasi atas pertanyaan yang telah dikirimkan melalui WhatsApp. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak sekolah untuk memberikan hak jawab dan penjelasan agar pemberitaan tetap berimbang sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.













