Forumkota.id | Tugumulyo — Sikap Camat Tugumulyo, Sujatmiko, yang memilih bungkam saat dikonfirmasi terkait pengelolaan anggaran Kecamatan Tugumulyo Tahun Anggaran 2025 menuai sorotan tajam.
Alih-alih memberikan penjelasan kepada publik, Camat Tugumulyo justru terkesan menghindar dan tidak merespon sedikit pun pesan konfirmasi yang dikirim awak media melalui WhatsApp pada Selasa (12-Mei-2026).
Padahal, pertanyaan yang diajukan menyangkut penggunaan uang negara yang nilainya tidak kecil. Sikap diam seorang pejabat publik dalam persoalan anggaran tentu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Jika memang seluruh penggunaan anggaran berjalan baik dan sesuai aturan, mengapa harus bungkam saat dimintai klarifikasi?” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Berikut sejumlah pos anggaran yang menjadi sorotan awak media:
Pelaksanaan penatausahaan dan verifikasi keuangan SKPD Rp60.550.000
Jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Rp27.822.200
Penyediaan jasa pelayanan umum kantor Rp195.120.000
Pembangunan sarana dan prasarana kelurahan Rp173.741.050
Belanja jasa tenaga administrasi Rp294.000.000
Belanja jasa tenaga kebersihan Rp10.800.000
Belanja jasa tenaga kesenian dan kebudayaan Rp16.000.000
Belanja jasa pendidikan Rp15.000.000
Total anggaran dari delapan kegiatan tersebut mencapai ratusan juta rupiah. Ironisnya, ketika publik ingin mengetahui sejauh mana realisasi dan penggunaannya, pihak kecamatan justru memilih diam seribu bahasa.
Sikap bungkam tersebut dinilai bertolak belakang dengan semangat keterbukaan informasi publik sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Seorang pejabat pemerintahan semestinya siap memberikan penjelasan kepada masyarakat, bukan malah menghindari konfirmasi.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran. Sebab, transparansi merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum kepada masyarakat.
“Pejabat publik digaji oleh negara menggunakan uang rakyat. Jadi sangat wajar apabila masyarakat mempertanyakan penggunaan anggaran yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah,” tegas seorang pemerhati sosial.
Publik kini menunggu keberanian pihak Kecamatan Tugumulyo untuk memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Camat Tugumulyo Sujatmiko masih belum memberikan jawaban maupun tanggapan resmi atas konfirmasi yang telah disampaikan awak media.(Rizan)













