BULA. SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Program percetakan sawah seluas 141,5 hektar di wilayah Wae Kudal, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, mulai menunjukkan progres awal. Hingga pekan ini, sekitar 3 hektar lahan telah berhasil dicetak dan siap memasuki tahap pengolahan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, menyampaikan bahwa pekerjaan fisik baru berjalan efektif selama dua hingga tiga hari terakhir setelah alat berat selesai dimobilisasi ke lokasi.
Kami bersama tim pengawasan dari Universitas Pattimura Ambon ( Unipati) telah meninjau langsung ke lapangan pada Minggu lalu. Dari hasil pantauan, sekitar 3 hektar lahan sudah tercetak. Pekerjaan masih terus berjalan karena alat berat baru beberapa hari masuk,” ujar Sofyan Waraiya di ruang kerjanya, Rabu (10/6/2026).
Program cetak sawah seluas 141,5 hektar tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender atau sekitar empat bulan sejak kontrak berjalan. Saat ini, progres pelaksanaan telah memasuki minggu kedua.
Meski demikian, Dinas Pertanian tidak akan menunggu seluruh luasan selesai dicetak untuk memulai masa tanam. Strateginya adalah tanam bertahap.
Begitu 10 hingga 20 hektar selesai dicetak, langsung kita lakukan pengolahan dan penanaman. Kita tidak ingin lahan yang sudah dibuka menjadi lahan tidur,” tegasnya.
Program ini dinilai sangat penting mengingat tingginya harga beras di wilayah transmigrasi Wae Kudal yang mencapai Rp25.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah sentra produksi lain yang berkisar Rp12.000–Rp13.000 per kilogram di tingkat petani.
Dengan potensi lahan yang tersedia, pemerintah optimistis produksi padi sawah dapat meningkatkan ketahanan pangan sekaligus menekan harga beras di wilayah tersebut.
Selama hampir 20 tahun, masyarakat transmigrasi di Wae Kudal hanya mengandalkan padi gogo dengan peralatan sederhana untuk kebutuhan konsumsi terbatas. Kehadiran program cetak sawah ini menjadi harapan baru bagi petani setempat.
Masyarakat sangat merindukan bisa menanam padi sawah. Selama ini mereka hanya menanam padi ladang dengan hasil terbatas,” ungkap Sofyan.
Untuk mendukung percepatan tanam, Dinas Pertanian akan menyiapkan berbagai sarana dan prasarana, di antaranya:
• Mesin bajak dan alat • pengolah lahan
• Mesin tanam padi
• Hand sprayer
• Benih padi
• Dukungan irigasi
Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Babinsa, penyuluh pertanian, serta kelompok tani transmigrasi agar lahan yang telah dicetak segera dimanfaatkan.
Target awal penanaman tahap pertama seluas 10–20 hektar sebagai bukti nyata bahwa program Kementerian Pertanian langsung berdampak pada peningkatan produksi pangan.
Program cetak sawah di Wae Kudal tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga sebagai cadangan pangan bagi tiga kecamatan terdekat, yakni:
• Kecamatan Werinama
• Kecamatan Kilmuri
• Kecamatan Siwalalat
Dinas Pertanian optimistis, jika penanaman dimulai dalam satu hingga dua bulan ke depan, maka panen perdana dapat dilakukan dalam tiga hingga empat bulan berikutnya.
Terkait sistem pengairan, pemerintah tengah merancang skema irigasi pompa sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu pembangunan embung skala besar yang telah diusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum.
Kita akan manfaatkan potensi sumber air yang ada dengan sistem pompa, sambil menunggu pembangunan embung yang lebih besar,” jelasnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, penyuluh, aparat, dan masyarakat transmigrasi, program ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan di wilayah Seram Bagian Timur. *** M. Lausepa.












