Forumkota.id _ Lamongan — Di tengah suhu udara 30 derajat Celcius yang terik, seorang petugas Badan Pusat Statistik (BPS) bernama Rian dengan sabar mengetuk pintu rumah warga di Desa Jugo, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Jumat (3/7/2026) sore. Ia adalah satu dari 1.258 petugas yang dikerahkan BPS Kabupaten Lamongan untuk menyisir seluruh wilayah dalam gelaran Sensus Ekonomi 2026.
Mengenakan rompi dan kartu identitas resmi, Rian mendatangi rumah demi rumah untuk mencatat berbagai aktivitas ekonomi warga. Mulai dari jumlah tenaga kerja, pendapatan dan pengeluaran usaha, nilai aset, hingga keuntungan usaha—semua didata secara saksama. Tidak hanya usaha konvensional, sensus kali ini juga menjangkau pelaku ekonomi digital seperti content creator yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Kegiatan pendataan langsung (door-to-door) ini merupakan rangkaian dari Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengibaratkan sensus ini sebagai “rekam medis” perekonomian Indonesia. “Ketika kita memiliki data yang lengkap dan akurat, maka kebijakan yang dihasilkan akan semakin tepat sasaran,” ujarnya.
Kepala BPS Kabupaten Lamongan, menegaskan bahwa pendataan kali ini paling komprehensif karena mencakup seluruh sektor dari pertanian, perdagangan, industri pengolahan, hingga jasa. “Sepuluh tahun lalu sektor digital belum seperti sekarang. Kini kami menyasar pelaku usaha digital yang selama ini tidak terlihat fisik namun memiliki kontribusi ekonomi besar,” jelasnya.
Bagi masyarakat, BPS memastikan seluruh data dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiwan, mengimbau masyarakat untuk mengingat pesan “TIR”: Terima petugas Sensus Ekonomi, Isi data dengan sebenarnya, dan Rahasia data Anda dijaga oleh BPS.
BPS mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif. “Ini peristiwa nasional yang harus kita sukseskan bersama. Keberhasilan sensus ini bukan hanya tanggung jawab BPS, tetapi tanggung jawab seluruh pihak,” tegasnya.
Data yang terkumpul dari Desa Jugo dan seluruh Indonesia akan menjadi fondasi utama perencanaan pembangunan ekonomi nasional dan daerah selama satu dekade ke depan. Dengan semangat petugas seperti Rian yang terus bergerak di lapangan, Indonesia optimis memiliki peta ekonomi yang lebih akurat untuk masa depan yang lebih baik.
Sunariyanto – Tim
Editor – Redaksi
