RONI LERIANG PENULIS forumkota.id
MALAM 02 Oktober 2026 di waktu sekira jam 21.00, langit Padang menyambut momen istimewa dengan gemuruh acara pemprov Sumbar. Di Istana Gubernur, cahaya tak hanya berpendar dari lampu panggung — ia terpancar dari semangat yang berkumpul di sana.
Di tengah keramaian dengan kehadiran semua bupati dan walikota se-kabupaten Kota di Sumatra Barat, di hadapan lambang kebanggaan Sumatera Barat yang tersenyum lebar, berdiri seorang PENULIS. Bukan pejabat tinggi, bukan pula tokoh yang dipuja-puja. Hanya seseorang yang datang membawa pena, mengabadikan momen tempat pemimpin seluruh tanah kelahirannya berkumpul dalam satu ruang.
Di belakangnya, maskot itu tampak ceria — seolah mengajak semua bersorak: Sumbar Hebat! Namun di matanya, ada pandangan yang lebih dalam. Ia tak hanya melihat pesta. Ia melihat janji yang sedang ditandatangani, harapan yang diletakkan di pundak para pemimpin, dan masa depan yang sedang dipertaruhkan.
Ia datang bukan untuk ikut bersorak semata. Ia hadir untuk mencatat — agar tak ada yang terlupa, agar tak ada yang tersembunyi. Di saat orang lain sibuk tersenyum ke arah kamera, ia tersenyum pada kebenaran yang akan ia tuliskan.
Lambang itu tetap tersenyum cerah, seakan tak tahu bahwa di tanah ini masih ada yang menunggu keadilan. Tapi ia tahu — di balik pesta yang megah ini, ada kenyataan yang tak boleh dibiarkan hilang dalam keramaian.
Dan begitulah, di antara sorak-sorai malam itu, ia berdiri tegap. Sebuah bukti sederhana: ketika semua mata tertuju pada kemegahan, ada yang tetap melihat ke arah kebenaran — dan tak akan berpaling.











