LAMONGAN _ forumkota.id – Kepedulian terhadap urusan umat, khususnya dalam pengurusan jenazah, menjadi pondasi lahirnya Jamaah Fardhu Kifayah di Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan. Digagas sejak 2019, kelompok ini kini terus konsisten berkomitmen berkhidmat demi kemaslahatan umat.
*Berawal dari Ide di Sela Musyawarah Masjid*
Cikal bakal Jamaah Fardhu Kifayah Babatan diinisiasi oleh Bapak Sutomo, warga asli Dusun Babatan yang juga pengusaha warung makan di Kalimantan. Ide mulia tersebut ia sampaikan usai Musyawarah Takmir Masjid Al Hidayah Babatan. Di sela waktu rehat, Sutomo mengutarakan gagasannya kepada pengurus Remaja Masjid dan Karang Taruna, antara lain Tony Setiawan, Novian Hendriansyah, dan Sami’an.

Meski ide tersebut sempat tertunda karena kesibukan masing-masing, semangatnya tidak padam. Dorongan dari tokoh agama setempat, Ustadz Ibnu Sutowo, serta keinginan kuat masyarakat Babatan menjadi penggerak utama. Hingga akhirnya, melalui Musyawarah Dusun tahun 2019, Jamaah Fardhu Kifayah Dusun Babatan resmi terbentuk.
*Struktur Pengurus dan Semangat Gotong Royong*
Dalam kepengurusan awal, Kepala Dusun Babatan didapuk sebagai pelindung. Ustadz Ibnu Sutowo dipercaya sebagai Ketua, Tony Setiawan sebagai Sekretaris, dan Novian Hendriansyah sebagai Bendahara. Kepengurusan juga diperkuat bidang-bidang lain yang diisi oleh tokoh masyarakat seperti Bapak Radimin (Alm), Bapak Kadi (Alm), Bapak Suwoto, dan Bapak Kamto.
Untuk mendukung operasional, dibentuk Bidang Penggalian Dana yang diisi Sami’an, Alfan, dan Aziz. Sementara Bidang Perlengkapan dipercayakan kepada Fani. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi kunci bergeraknya roda organisasi.

*Program Nyata: Dari Keranda hingga Penerangan Makam*
Jamaah Fardhu Kifayah Babatan tidak hanya hadir saat ada warga yang meninggal dunia. Kegiatan rutin yang dijalankan meliputi penyiapan segala kebutuhan pemulasaraan jenazah sesuai syariat, hingga kerja bakti di makam setiap 3 bulan sekali atau menjelang hari besar Islam.
Berbagai program fisik juga berhasil direalisasikan berkat swadaya masyarakat dan para donatur. Di antaranya:
– *Pengadaan Keranda Roda Stainless* untuk mempermudah mobilisasi jenazah.
– *Pembangunan Tempat Penyimpanan Barang*, ruang istirahat, dan tempat keranda agar tertata rapi.
– *Pembuatan Tempat Penampungan Air* untuk kebutuhan perawatan makam, wudhu, maupun peziarah yang ingin beristirahat atau membaca Al-Qur’an.
Perubahan paling dirasakan masyarakat adalah wajah baru Makam Islam Dusun Babatan. Jika dulu area pemakaman dikenal angker dan ditakuti pengguna jalan arah Sugio-Lamongan, kini suasananya jauh berbeda. Jalan sepanjang 500 meter dari Dusun Babatan menuju area makam telah terpasang lampu penerangan jalan. Di pintu masuk, berdiri kokoh gapura bertuliskan “Makam Islam Dusun Babatan”.

*Transparansi dan Regenerasi Kepemimpinan*
Ustadz Ibnu Sutowo, sebagai ketua pada masa awal, mengaku bersyukur atas tingginya kepercayaan masyarakat. “Alhamdulillah, banyak donatur yang menyisihkan rezekinya untuk kegiatan Jamaah Fardhu Kifayah. Ini amanah yang harus kita jaga,” ujarnya.
Sebagai bentuk akuntabilitas, setiap akhir tahun pengurus selalu menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban kepada anggota maupun masyarakat luas dalam forum Musyawarah Dusun.
Kini, estafet kepemimpinan Jamaah Fardhu Kifayah Babatan dipegang oleh Bapak Kamto. Dengan mengusung motto *“Hidup Mulia Mati Husnul Khatimah”*, diharapkan kiprah jamaah ini semakin baik dan memberi manfaat lebih luas untuk kemaslahatan umat.
*Penutup*
Kisah Jamaah Fardhu Kifayah Babatan menjadi bukti bahwa ide sederhana yang dilandasi niat ikhlas dan gotong royong mampu mengubah wajah lingkungan sekaligus meringankan beban sesama. Dari obrolan ringan seusai musyawarah masjid, kini berbuah menjadi gerakan sosial-keagamaan yang nyata dampaknya bagi warga.
Sunariyanto











