Gebyar Literasi di Kampung Wailola, Perpustakaan Insan Cita Gaungkan Gerakan Gemar Membaca demi Wujudkan SBT Cerdas.

Forum Kota1 Dilihat
banner 468x60

 

BULA. SERAM BAGIAN TIMUR — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Hari Buku Nasional, Perpustakaan Insan Cita Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar Gebyar Literasi dengan mengusung tema “Gerakan Gemar Membaca Wujudkan SBT Cerdas”, Senin (18/5/2026).

banner 525x280

Kegiatan yang berlangsung di halaman taman baca Perpustakaan Insan Cita itu melibatkan para siswa dan siswi dari SD Negeri 8 SBT serta SMP Negeri 52 SBT. Suasana berlangsung meriah namun sarat edukasi, ketika para pelajar tampil menunjukkan kemampuan literasi mereka melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan program Satu Jam Bersama Buku, dilanjutkan dengan pembacaan pidato dan puisi menggunakan bahasa daerah, hingga praktik membaca nyaring yang mendapat antusias tinggi dari peserta maupun para tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten SBT bersama kepala bidang dan staf, tenaga pengajar SD Negeri 8 SBT dan SMP Negeri 52 SBT, Kepala Desa Kampung Wailola, serta Duta Baca Kabupaten SBT.

Direktur Perpustakaan Insan Cita Kampung Wailola, Dahlan Rumesy, menegaskan bahwa gerakan literasi harus menjadi perhatian bersama karena membaca merupakan pondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Tujuan kegiatan gemar membaca ini adalah meningkatkan minat baca dan literasi siswa. Sebab salah satu dari enam literasi dasar yang perlu dikuasai adalah literasi baca tulis. Membaca dan menulis merupakan kemampuan literasi paling awal dalam sejarah peradaban manusia,” ujar Rumesy.

Menurutnya, budaya membaca dan kecakapan literasi menjadi penentu kemajuan suatu bangsa. Ia menilai rendahnya tingkat literasi akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan pembangunan masyarakat.

Tidak ada bangsa di dunia ini yang maju jika tingkat literasinya masih rendah. Ini menegaskan kepada kita semua bahwa penguatan kecakapan literasi adalah hal yang sangat mendasar dan harus menjadi fokus bersama,” tegasnya.

Rumesy juga berharap seluruh pemangku kepentingan dan pemangku kebijakan di daerah dapat berkolaborasi mengintegrasikan program-program yang mendorong peningkatan budaya baca di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, sekolah, komunitas hingga keluarga, untuk bersama-sama membangun ekosistem literasi yang kuat demi melahirkan generasi SBT yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.

Gebyar Literasi yang digelar Perpustakaan Insan Cita ini menjadi bukti bahwa gerakan membangun daerah tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pembangunan budaya membaca dan peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat sejak usia dini. *** M. Lausepa.

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *