Foeum kota id. MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung lokasi terdampak abrasi di pesisir Pantai Ampenan, Kota Mataram, pada Kamis malam. Dalam kunjungannya, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan solusi sementara untuk menghadapi ancaman cuaca buruk yang rutin melanda kawasan tersebut.
Gubernur Iqbal menyatakan telah berkomunikasi secara intensif dengan Wali Kota Mataram sejak situasi memburuk. Ia memberikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah kota yang telah bersiaga di lokasi sejak pagi hari.
Solusi Jangka Panjang: Relokasi dan Status Tanah
Gubernur Iqbal menekankan bahwa penanganan abrasi di Ampenan harus berorientasi pada masa depan. Menurutnya, siklus bencana ini akan terus berulang jika tidak ada kebijakan mendasar yang diambil.
”Kita sudah sepakat untuk duduk bersama membahas solusi jangka panjang. Kondisi ini akan berulang terus kalau tidak ada kebijakan permanen, termasuk kemungkinan relokasi permanen bagi warga,” ujar Lalu Muhamad Iqbal di hadapan media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa rencana relokasi ini akan dibahas secara mendalam, terutama menyangkut aspek legalitas dan status kepemilikan tanah warga agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Ia juga berencana melibatkan perusahaan-perusahaan di sekitar pesisir untuk turut berkontribusi dalam penanganan dampak lingkungan ini.
Penanganan Darurat dan Gotong Royong
Meski fokus pada solusi permanen, langkah darurat tetap menjadi prioritas utama. Gubernur Iqbal mengonfirmasi bahwa mulai Jumat besok, aksi gotong royong besar-besaran akan dilakukan untuk memasang penahan ombak sementara.
”Besok teman-teman sudah sepakat akan melakukan kerja bakti gotong royong untuk mengisi dan memasang geobag di titik-titik rawan. Ini adalah penyelesaian temporer untuk menahan laju abrasi dalam jangka pendek,” tambahnya.
Dukungan Logistik dan Posko Pengungsian
Terkait kebutuhan mendesak warga terdampak, Gubernur memastikan bantuan logistik telah tersedia. Koordinasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat kota dan provinsi dipastikan berjalan sinkron.
”Untuk posko dan dukungan logistik, semuanya sudah diatur oleh teman-teman BPBD Kota. Kami dari Pemerintah Provinsi siap mem-back up penuh segala kebutuhan yang diperlukan selama masa tanggap darurat ini,” tegasnya.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Mataram telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan menyusul cuaca ekstrem dan gelombang pasang yang merusak sejumlah rumah warga di pesisir Ampenan.













