Indah, Pakaian Hasil Daur Ulang Sampah Warga Pakintelan Semarang Meriahkan Malam Tirakatan HUT RI

Hiburan114 Dilihat
banner 468x60

, SEMARANG –Lenggak-lenggok sejumlah anak menggunakan kostum berbahan dasar sampah daur ulang memperindah malam tirakatan memperingati HUT RI di RT 03 RW 06, Watusari, Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/8/2025) malam.

Show mode dengan tema “Jaga Bumiku dari Sampah” menampilkan berbagai kostum unik.

banner 525x280

Meskipun terbuat dari bahan daur ulang, kostum yang ditampilkan terlihat dibuat dengan serius dan indah.

Ada anak yang memakai gaun berbahan dasar kain bekas yang dikombinasikan dengan plastik kresek biru, dilengkapi sayap kupu-kupu dari plastik transparan berkilau.

Beberapa orang juga memanfaatkan botol air minum bekas, yang dilengkapi dengan lampu hias dan ornamen dari tutup botol.

Kreativitas semakin terlihat saat tampilan gaun lipatan kertas minyak yang dikemas dengan cantik.

Beberapa orang juga memanfaatkan bungkus gelembung bekas dari paket belanja online untuk pakaian dengan nuansa modern.

Tidak kalah menarik, kostum berkilau dari hiasan potongan VCD lama.

Dan ada kantong plastik yang menjadi rok berumbai yang indah.

Ketua RT 03 RW 06 Watusari Pakintelan, Ruslin mengatakan, kostum anak-anak tersebut merupakan kreativitas dari orang tua, hasil pemilahan sampah di masing-masing keluarga.

Penampilan ini merupakan kampanye lingkungan untuk mengurangi sampah serta mengajak masyarakat memulai gerakan daur ulang.

“Kami ingin mengingatkan bahwa barang bekas bukan sekadar sampah, melainkan bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai seni,” kata Ruslin pada malam Sabtu.

Selain penampilan fashion show daur ulang sampah, acara malam tirakatan tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai tarian dari anak-anak lain, di antaranya tari komando.

Tarian ini berisi latihan baris berbaris untuk melatih kedisiplinan, kekompakan, dan mengenalkan pada anak rasa nasionalisme serta tumbuhnya rasa cinta Tanah Air.

Tidak hanya itu, sekelompok anak juga menampilkan tari Nusantara sebagai edukasi tentang pentingnya melestarikan dan mencintai budaya.

Tidak kalah seru, para ayah mengikuti lomba memasak nasi goreng sebagai bentuk bahwa tugas memasak tidak hanya menjadi beban kaum wanita.

Sementara itu, para ibu mengajak semangat nasionalisme melalui paduan suara.

Ruslin berharap, berbagai kegiatan ini dapat memupuk rasa cinta Tanah Air pada momen peringatan Hari Kemerdekaan.

“Semoga, dengan kegiatan sederhana seperti ini, anak-anak dan warga semakin mengingat jasa para pahlawan dan tumbuh rasa bangga sebagai bangsa Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Lurah Pakintelan Sapto Laksono mengapresiasi semangat warga RT 03 RW 06 yang telah menggelar berbagai kegiatan kreatif.

Menurutnya, kegiatan yang dilakukan warga selaras dengan program Pemerintah Kota Semarang, salah satunya gerakan memilah sampah yang menjadi program unggulan wali kota.

Selain itu, dia juga menyampaikan, saat ini, Pemkot Semarang sedang menyalurkan program bantuan operasional RT.

“Kami berharap, program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” harapnya.(*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *