Forumkota.id _ Kendal. PT Hoifu Paper Packaging Indonesia memulai pembangunan pabrik kemasan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga 1.000 orang.
Seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan pada Sabtu (2/5/2026), menandai dimulainya investasi perusahaan packaging global tersebut di Indonesia dengan nilai sekitar Rp 1,12 triliun.
Dari total tenaga kerja yang akan direkrut, sekitar 95% diprioritaskan untuk pekerja lokal, sementara 5% sisanya merupakan tenaga kerja ekspatriat. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kendal dan sekitarnya.
Direktur PT Hoifu Paper Packaging Indonesia, Kelvin Au, menyebut investasi ini tidak hanya berorientasi pada ekspansi bisnis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Indonesia, khususnya KEK Kendal, memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan industri. Kami ingin berkontribusi dengan menghadirkan lapangan kerja sekaligus solusi packaging berkualitas tinggi bagi mitra industri,” ujarnya.
Pabrik tersebut nantinya akan memproduksi berbagai jenis kemasan bernilai tambah tinggi, seperti color box, premium box, kemasan makanan dan minuman, label, hingga kemasan barang mewah. Produk-produk ini ditujukan untuk pasar domestik maupun ekspor, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenant industri di dalam dan sekitar KEK Kendal.
Sementara itu, Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menilai investasi ini sebagai sinyal positif bagi iklim investasi di kawasan industri tersebut.
“Investasi ini tidak hanya memperkuat ekosistem industri, tetapi juga memberikan dampak nyata melalui penciptaan hingga 1.000 lapangan kerja. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing kawasan,” kata Juliani.
Ia menambahkan sinergi antar-tenant di KEK Kendal akan semakin mendorong efisiensi operasional serta pertumbuhan industri yang lebih terintegrasi.
Dengan dimulainya pembangunan ini, PT Hoifu Paper Packaging Indonesia diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu kontributor penting dalam memperkuat rantai pasok industri manufaktur nasional, sekaligus membuka peluang kerja luas bagi tenaga kerja lokal.












