TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID – Dunia pers kembali diuji integritasnya menyusul kejadian memalukan yang mengguncang lingkungan pendidikan di Tanah Datar. Menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait keributan yang melibatkan oknum wartawan hingga merusak fasilitas sekolah, Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Farid Alkautsar angkat bicara via WhatsApp (24/07) dengan pernyataan resmi yang tegas dan berani. Ia menegaskan, tindakan tersebut sangat disayangkan dan mencoreng nama baik profesi jurnalistik.
“Kami sangat menyayangkan dan menyesalkan terjadinya keributan yang melibatkan oknum wartawan di lingkungan sekolah. Perlu dipahami bersama, sekolah adalah institusi pendidikan yang suci, tempat menanamkan nilai luhur dan budi pekerti generasi penerus. Tempat ini mutlak harus steril dan bebas dari segala bentuk intimidasi, kekerasan, maupun kegaduhan yang mengganggu ketenangan belajar anak-anak,” ujar Farid Alkautsar, Jumat (24/07).
Ia pun mengingatkan kembali prinsip dasar yang tidak boleh dilanggar oleh setiap insan pers. “Wartawan profesional wajib berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik. Dalam kondisi apa pun, baik saat bertugas maupun kehidupan sosial, kami harus bersikap santun, menghormati sesama, dan menjaga ketertiban umum. Bukan justru menjadi pemicu masalah atau membawa emosi pribadi ke ruang publik,” tegasnya dengan nada tegas.
Saat ini, tim AWI sedang melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap fakta sesungguhnya. “Kami sedang menelusuri identitas serta latar belakang oknum tersebut, untuk memastikan apakah tindakan itu dilakukan dalam rangka tugas jurnalistik, atau sekadar masalah pribadi yang disalahgunakan,” jelas Farid. Organisasi ini menegaskan tidak akan melindungi siapa pun jika terbukti bersalah.
“Jika terbukti oknum tersebut melakukan tindakan pidana seperti pengancaman, pemerasan, hingga perusakan barang milik negara, kami memberikan dukungan penuh kepada pihak sekolah dan aparat hukum untuk memprosesnya sesuai undang-undang yang berlaku. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” tambahnya.
Terakhir, AWI memberikan pesan kuat bagi dunia pendidikan khususnya di kabupaten Tanah Datar”Kepada seluruh Kepala Sekolah dan guru, jangan pernah merasa takut! Jika ada yang datang wartawan namun bersikap kasar dan, mengintimidasi apalagi bergaduh masalah keluarga dalam ruangan guru. silakan tolak dengan tegas atau segera laporkan ke pihak berwajib. Sampai berita ini tayang, belum ada tanggapan resmi dari Bupati Tanah Datar terkait isu oknum yang diduga mengatasnamakan kekuasaan dalam kejadian tersebut.”***
