PAGERBARANG,|FORUMKOTA.ID __ Pemerintah Kabupaten Tegal melaksanakan pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai jenjang jabatan, Jumat (9/1/2026). Prosesi pelantikan berlangsung tidak biasa karena digelar di ruang terbuka, tepatnya di ruas Jalan Jatibarang – Pagerbarang, yang sekaligus diresmikan usai rampung diperbaiki.
Pelantikan tersebut meliputi 23 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT), 4 pejabat hasil mutasi JPT, serta 421 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tegal. Sebagian rangkaian kegiatan pelantikan juga dilaksanakan di SMA Negeri 1 Pagerbarang dan dilanjutkan di Pendopo Amangkurat Pemkab Tegal.
Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dalam sambutannya menegaskan bahwa mutasi dan promosi jabatan dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi, kinerja, dan rekam jejak, bukan karena kepentingan pribadi maupun kelompok.
Bupati juga menekankan pentingnya loyalitas, soliditas, dan kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengibaratkan birokrasi sebagai satu rangkaian yang tidak terpisahkan dalam mendukung kebijakan kepala daerah.
“Saya ibaratkan seperti kereta api. Saya lokomotifnya dan panjenengan adalah gerbongnya. Pengait kita adalah loyalitas. Kalau tidak loyal, gerbong akan terlepas,” ujarnya.
“Kenapa kita lantik di jalan raya? Supaya birokrasi tidak ada jarak dengan rakyat. Jalan ini dulu rusak belasan tahun, tetapi dengan kolaborasi lintas sektor akhirnya bisa kita selesaikan,” jelasnya.
Bupati Ischak mengungkapkan bahwa ruas Jalan Jatibarang – Pagerbarang sebelumnya mengalami kerusakan parah dan menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun.
“Anggarannya kolaborasi. Dari APBD sekitar dua miliar rupiah dan dari APBN melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD) sebesar empat belas miliar rupiah. Total enam belas miliar rupiah. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Kementerian PUPR atas dukungannya,” tambahnya.
Dalam arahannya, Bupati Tegal meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja cepat, adaptif, dan berorientasi pada hasil. Setiap program diminta benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Sejumlah prioritas pembangunan turut ditekankan, di antaranya percepatan penanganan stunting, penguatan UMKM, kemudahan investasi, perbaikan infrastruktur, serta optimalisasi digitalisasi layanan publik. Seluruh perangkat daerah juga diminta aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Usai pelantikan, Bupati Tegal kepada awak media menjelaskan bahwa pelaksanaan pelantikan di ruang publik merupakan simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang nyata dan dekat dengan masyarakat.
“Ini simbol bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas dan tidak ada sekat antara birokrasi dengan masyarakat. Jalan ini dilalui setiap hari oleh warga, sehingga pemerintah harus benar-benar memberi dampak,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pejabat yang dilantik, Yudi Atmaka (52), yang resmi menjabat sebagai Kepala Subbagian Protokol, menilai pelantikan massal tersebut sebagai momentum penting sekaligus tantangan awal dalam menjalankan amanah baru.
Menurut Yudi, pelantikan ratusan pejabat dari berbagai jenjang, mulai eselon II hingga IV, menjadi pengalaman pertama baginya di Kabupaten Tegal dan menuntut kerja cepat serta koordinasi lintas pihak.
“Ini pelantikan besar-besaran dan bagi saya pribadi merupakan pengalaman pertama di Kabupaten Tegal. Pesan Pak Bupati jelas, kita harus segera tancap gas dan tidak boleh berlama-lama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tugas keprotokolan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh perangkat daerah serta soliditas internal tim.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak yang berkaitan dengan keprotokolan. Semua potensi dan sumber daya manusia akan kami maksimalkan agar pelayanan kepada Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda dapat berjalan optimal,” katanya.
Terkait arahan kepala daerah mengenai pembentukan super team, Yudi menjelaskan bahwa penguatan koordinasi, khususnya dalam pengelolaan media sosial pemerintah daerah, menjadi salah satu fokus utama ke depan.
“Arahan Bupati adalah membangun super team, terutama dalam penguatan pengelolaan media sosial di seluruh OPD. Setiap OPD diwajibkan minimal memiliki tiga platform media sosial, yakni Facebook, Instagram, dan TikTok, sebagai sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas OPD dan sistem admin yang terkoordinasi, informasi pemerintah diharapkan dapat tersampaikan secara cepat dan efektif,” jelasnya.
Melalui pelantikan dan pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan komitmennya untuk membangun birokrasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sejalan dengan semangat Tegal Maju, Tangguh, dan Lebih Apik.***
