Tanah Datar, ForumKota.id – Dalam pantauan Forkot Senen,(01/06) di hari lahir Pancasila Terpantau Kondisi jalan penghubung di Jalan Rambutan, jorong nan Ampek, Simpang Tali Aguang, Sungayang, Memprihatinkan dan memicu keluhan panjang dari warga. Jalan yang seharusnya menjadi jalur lancar mobilitas warga, kini berubah menjadi rintangan berat: berlubang, berlumpur, dan tergenang air, padahal merupakan jalur aktif warga untuk keperluan sehari-hari, berdagang, hingga mengantar anak sekolah. Salah satu warga yang menyuarakan kekecewaannya adalah Irma nama samaran, yang menilai pemerintah daerah seolah tidak memperhatikan nasib jalan vital ini.
Irma, warga setempat yang berladang di jalur tersebut, menyampaikan rasa kecewanya yang mendalam. Menurutnya, keluhan soal kerusakan jalan ini sudah disampaikan berkali-kali,tapi tidak ada tanggapan nyata.
“Sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun begini keadaannya. Kami sudah bosan mengeluh, tapi seolah tak ada telinga yang mendengar. Pemerintah seolah tidak memperhatikan jalan ini, padahal ini jalan kabupaten, jalur utama kami beraktivitas,” ungkap Irma dengan nada kesal.
Ia menambahkan, Anak sekolah, risiko terjatuh atau kecelakaan sangat besar, apalagi saat kondisi hujan di mana lubang makin tak terlihat.
“Kami tak minta jalan mulus seperti jalan kota, tapi setidaknya layak dilalui. Jangan biarkan begini terus sampai bertahun-tahun.” tegas Irma.
Irma mewakili warga sekitar berharap agar Dinas terkait dan Pemerintah segera turun ke lokasi, melihat langsung kondisi nyata, dan segera melakukan perbaikan menyeluruh. Warga sudah muak dengan janji-janji perbaikan yang tak pernah terealisasi.
“Kami minta perbaikan nyata, bukan sekadar survei atau janji saja. Jalan ini milik kami, milik rakyat Tanah Datar. Kalau dibiarkan terus, sama saja membiarkan kami menderita. Kami harap ada pihak yang bertanggung jawab dan segera menanggapi keluhan ini,” pungkas Irma.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Warga pun masih berjuang melintasi jalan rusak itu setiap hari, berharap keluhan mereka akhirnya didengar dan ditindaklanjuti. ***
