Jalan Rusak 6 Tahun Tanpa Tersentuh Pemerintah , Warga Indah Jaya Tebar Ikan

Berita, Lampung0 Dilihat

FORUM KOTA| TULANG BAWANG – Belasan warga Kampung Indah Jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung menggelar aksi protes terhadap jalan rusak di daerahnya yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah setempat. Mereka menebar ratusan ikan lele di jalan antar kecamatan yang berubang itu sebagai bentuk kekecewaan.

Jalan itu 6 tahun rusak dan dipenuhi lubang yang saat musim hujan berubah jadi kubangan dengan genangan air keruh kecokelatan. Warga akhirnya menebar ikan lele di kubangan itu lalu beramai-ramai memancing dan menyerok ikan lele menggunakan baskom layaknya sedang memanen ikan di kolam.

Aksi tebar ikan lele di kubangan ini merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki selama enam tahun terakhir. Warga menjadikan kubangan air di jalan yang rusak sebagai simbol protes karena sudah lama dibiarkan tanpa perbaikan.

Warga menilai Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang belum memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur jalan di wilayah setempat, padahal jalan yang rusak tersebut merupakan akses vital bagi warga yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Selain jalan penghubung antarkecamatan, jalan sepanjang 12 kilometer yang rusak parah tersebut merupakan akses utama penghubung Kabupaten Tulang Bawang dengan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Kondisi jalan yang rusak diperparah ketika hujan turun, lubang-lubang di jalan rusak berubah menjadi kubangan lumpur. Akibat kondis jalan yang rusak parah, aktivitas masyarakat menjadi terhambat. Perjalanan 12 kilometer harus ditempuh dengan waktu 1 jam.

Selain itu, kondisi jalan rusak parah dinilai sangat membahayakan bagi para pengguna jalan yang melintas. warga kerap terperosok di jalan yang berlubang, bahkan kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas ketika melintas pada malam hari.

Wayan Darsane (42) mengatakan kondisi jalan rusak terjadi sejak enam tahun terakhir namun belum ada perbaikan dari pemerintah.

“Jalan sudah sekitar 6 tahun tidak ada perbaikan. Makanya kami tebar ikan lele di kubangan air jalan yang rusak ini, kata Wayan.

Wayan menuturkan, kondisi jalan berlubang dan berlumpur kerap menyulitkan aktivitas serta mobilitas warga, terutama saat memasuki musim penghujan. Genangan air menutupi lubang jalan hingga membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

“Selain menghambat mobilitas, jalan rusak ini juga dinilai sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” turut Wayan.

Melalui aksi protes tebar lele di jalan rusak tersebut, warga kompak berharap pemerintah daerah segera merespons dan melakukan perbaikan jalan, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan lancar dan aman.