Kadis PUPR Kota Banda Aceh Tinjau Rumah pompa di peuniti Banda Aceh

siaga hadapi bencana hidrometroligi

Banda Aceh — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Ir. Rulli Syahreza, MT, mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi ancaman banjir dan cuaca ekstrem. Rulli turun langsung ke lapangan memimpin monitoring dan evaluasi (monev) ke seluruh rumah pompa yang tersebar di wilayah Kota Banda Aceh. Langkah preventif ini sengaja ia lakukan guna memastikan sistem kendali air di ibu kota Provinsi Aceh tersebut benar-benar dalam kondisi siaga satu menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

​Dalam peninjauannya, Rulli memeriksa dengan detail setiap aspek teknis, mulai dari performa mesin pompa, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), hingga kesiapan para petugas yang berjaga di lokasi. Ia menegaskan tidak ingin ada kendala sekecil apa pun pada infrastruktur vital tersebut saat intensitas hujan mulai meninggi. Rulli ingin memastikan langsung bahwa seluruh rumah pompa di Banda Aceh berfungsi dengan normal dan tanpa kendala teknis sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi.

​Menurut Rulli, keberadaan rumah pompa ini menjadi garda terdepan dalam menyedot dan mengalirkan genangan air menuju laut atau sungai utama. Oleh karena itu, performa mesin yang optimal menjadi hal yang krusial demi melindungi pemukiman warga dari luapan air. Tidak hanya mengecek kesiapan mesin, Rulli juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh operator dan tim teknis di lapangan agar memperketat jadwal piket dan menjaga fokus penuh selama 24 jam. Ia meminta petugas lapangan untuk terus bersiaga dan memperkuat koordinasi antar-posko agar respons penanganan bisa lebih cepat begitu terjadi kenaikan debit air.

​Di akhir peninjauannya, Rulli juga mengetuk kesadaran warga Banda Aceh untuk saling bahu-membahu menjaga lingkungan. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase atau parit. Rulli mengingatkan bahwa sumbatan sampah dapat mengganggu efektivitas kerja rumah pompa yang sedang dioptimalkannya, sehingga kepedulian masyarakat sangat dinantikan agar Kota Banda Aceh terhindar dari banjir