BULA, SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Kebakaran hutan yang berlangsung berkepanjangan di wilayah Negeri Hote, Kecamatan Bula Barat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), membuat masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan. Warga secara sukarela ikut memantau kawasan hutan setiap hari untuk mengantisipasi api agar tidak terus merambat dan meluas ke wilayah lainnya.
Sejumlah warga Negeri Hote yang berada di sekitar lokasi kebakaran mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian serius masyarakat. Mereka khawatir kobaran api terus menjalar dan mengancam kawasan hutan, termasuk hutan lindung serta perkebunan rakyat yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Kami setiap hari berada di hutan untuk mengawasi perkembangan api.
Jangan sampai kebakaran ini terus merambat dan semakin luas. Kami khawatir perkebunan masyarakat dan kawasan hutan ikut terdampak,” ujar sejumlah warga di lokasi kejadian.
Menurut warga, kondisi semakin diperparah oleh musim panas dan kemarau panjang yang menyebabkan tanah serta vegetasi menjadi kering. Tanaman perkebunan masyarakat juga mulai mengalami kekeringan bahkan sebagian dilaporkan mati akibat minimnya ketersediaan air.
Kondisi tersebut tidak hanya menjadi ancaman bagi lingkungan dan perkebunan, tetapi juga mulai menimbulkan keresahan terkait kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.
Warga Negeri Hote mengaku semakin kesulitan memperoleh air yang layak untuk dikonsumsi. Karena itu, masyarakat meminta Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur segera turun tangan dengan memberikan bantuan air bersih kepada warga.
Kami berharap Pemerintah Daerah SBT bisa segera hadir dan memberikan bantuan air bersih. Kondisi sekarang sudah sangat terasa. Air semakin sulit, sementara masyarakat membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari dan perkebunan kami juga sangat membutuhkan air,” kata warga.
Masyarakat menilai kondisi kekeringan yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius pemerintah. Bantuan air bersih dinilai mendesak untuk mengurangi beban warga sekaligus membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.
Di sisi lain, warga berharap penanganan kebakaran hutan juga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Pengawasan di lapangan perlu terus dilakukan agar titik api tidak meluas dan mengancam kawasan hutan serta perkebunan rakyat.
Masyarakat Negeri Hote kini berada dalam dua tekanan sekaligus: ancaman kebakaran hutan yang belum sepenuhnya teratasi dan krisis ketersediaan air akibat kemarau panjang.
Warga meminta Pemda SBT tidak menunggu kondisi semakin parah, tetapi segera hadir memberikan bantuan dan langkah penanganan konkret di lapangan.
Warga menegaskan, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Masyarakat Negeri Hote telah mengambil bagian dengan melakukan pemantauan secara mandiri. Namun, keterlibatan pemerintah tetap dibutuhkan agar upaya pencegahan kebakaran dan penanganan krisis air dapat dilakukan secara lebih maksimal. ***M. Lausepa.
