LSM GMPK Tolak Tegas Pengeboran Gunung Ungaran dan Telomoyo

Forum Kota | Semarang – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GMPK menyatakan penolakan tegas terhadap rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo apabila pelaksanaannya berpotensi mengancam lingkungan, sumber mata air, ekosistem, maupun kehidupan masyarakat sekitar.

Ketua LSM GMPK, Purwanto, menegaskan bahwa pemerintah dan pihak pengembang tidak boleh hanya mengejar target investasi serta kebutuhan energi, tetapi mengabaikan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Kami tidak anti terhadap energi terbarukan. Tetapi jangan sampai atas nama energi bersih, kemudian masyarakat harus menanggung dampak dan risikonya. Gunung Ungaran dan Telomoyo bukan sekadar lokasi proyek, tetapi kawasan yang memiliki fungsi ekologis dan menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tegas Purwanto.

Menurutnya, setiap rencana pengeboran harus didahului kajian lingkungan yang transparan, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk kajian terhadap sumber mata air, kondisi tanah, kawasan hutan, pertanian, keanekaragaman hayati, serta potensi risiko bencana.

GMPK juga mendesak pemerintah membuka seluruh informasi terkait rencana proyek kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton ketika keputusan sudah dibuat.

Purwanto menegaskan, apabila kajian menunjukkan adanya risiko serius terhadap lingkungan dan masyarakat, maka rencana pengeboran harus dihentikan dan tidak boleh dipaksakan.

“Kami akan terus mengawal persoalan ini. Pemerintah harus berpihak kepada keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan. Jangan sampai kepentingan investasi mengalahkan kepentingan masyarakat,” tandasnya.

LSM GMPK menegaskan:

ENERGI BOLEH DIKEMBANGKAN, TETAPI KESELAMATAN RAKYAT DAN KELLESTARIAN GUNUNG UNGARAN SERTA TELOMOYO TIDAK BOLEH DIKORBANKAN