Forumkota.id GOWA – Kematian almarhumah Dg. So’na yang diduga akibat sengatan aliran listrik hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Keluarga korban kini menaruh harapan penuh pada hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Polda Sulawesi Selatan.

Autopsi yang digelar pada Senin (6 April 2026) di pemakaman warga Dusun Asana, Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, menjadi titik krusial dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban. Namun, publik bertanya: apakah hasil autopsi nanti mampu menjawab semua kejanggalan?
Peristiwa tragis yang terjadi pada 21 Januari 2026 itu diduga kuat berkaitan dengan kabel listrik beraliran yang terpasang di kebun belakang rumah korban. Kabel tersebut disebut-sebut dipasang oleh seseorang bernama Syamsuddin.
Pertanyaannya, mengapa kabel berbahaya itu bisa terpasang tanpa pengawasan.
Apakah ini murni kelalaian, atau ada unsur kesengajaan?
“Kami hanya ingin kebenaran. Jangan sampai kematian ini berlalu tanpa kejelasan,” tegas Baharuddin, perwakilan keluarga korban.
Keluarga kini menanti.
Apakah hasil autopsi akan membuktikan korban meninggal akibat sengatan listrik?
Apakah ada luka atau indikasi lain yang selama ini belum terungkap dan siapa yang harus bertanggung jawab atas pemasangan kabel tersebut.
Tim forensik Polda Sulsel disebut telah mengumpulkan sejumlah bukti ilmiah.
Di sisi lain, aparat kepolisian Polsek Tinggimoncong masih melakukan pendalaman, termasuk memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian.
Kasus ini juga membuka kemungkinan jeratan hukuman serius.
Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian
Pasal 338 KUHP jika terbukti ada unsur kesengajaan
Serta pelanggaran UU Ketenagalistrikan No. 30 Tahun 2009
Kehadiran Kapolsek Tinggimoncong, penyidik, serta tim forensik dalam proses autopsi menunjukkan bahwa kasus ini mendapat perhatian. Tapi bagi keluarga korban, itu belum cukup.
Mereka menegaskan:
“Yang dibutuhkan bukan hanya proses, tetapi keadilan yang nyata”
Kini semua mata tertuju pada hasil autopsi.
Akankah hasil tersebut menjadi titik terang, atau justru menambah daftar panjang misteri kematian almarhumah dg so’na.?













