Kementerian Pertahanan Rencanakan Pembangunan Jembatan Gantung, Aramco, dan Bailey Antar Desa di Kabupaten Seram Bagian Timur

Forum Kota1 Dilihat
banner 468x60

 

Seram Bagian Timur, Maluku — Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terluar, terdepan, dan terisolir, khususnya di Provinsi Maluku. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dijalankan adalah perencanaan pembangunan jembatan-jembatan alternatif antar desa sebagai penghubung wilayah yang selama ini terpisah oleh sungai dan kondisi geografis yang sulit.

banner 525x280

Program perencanaan pembangunan jembatan alternatif ini difokuskan pada desa-desa di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terutama di kecamatan-kecamatan yang masih mengalami keterbatasan akses transportasi darat. Kondisi wilayah yang didominasi sungai besar, hutan lebat, serta kontur alam yang berat menyebabkan mobilitas masyarakat antar desa kerap terhambat, bahkan terputus total pada musim hujan.

Melalui perencanaan pembangunan ini, pemerintah berharap dapat membuka keterisolasian wilayah, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi pedesaan.

Di Kecamatan Ukar Sengan, Kementerian Pertahanan merencanakan pembangunan jembatan alternatif sebagai penghubung antara Desa Kwamor dan Desa Air Nanang yang dipisahkan oleh Sungai Hobahe. Sungai tersebut selama ini menjadi hambatan utama mobilitas masyarakat, khususnya saat debit air meningkat.

 

Sementara itu, di Kecamatan Kilmuri, perencanaan pembangunan jembatan dilakukan pada sejumlah sungai yang selama ini menjadi jalur penyebrangan tradisional masyarakat. Titik-titik sungai yang masuk dalam rencana pembangunan jembatan meliputi:
Sungai Lbun, penyebrangan antara Desa Bitorik dan Sumbawa
Sungai Kumelang, penghubung Desa Kumelang dan Taa
Sungai Kaitasik, penyebrangan antara Desa Afang Defol dan Afang Kota
Sungai Sosa, akses utama antara Desa Nekan dan Dawang
Sungai Laar, penghubung Desa Selor dengan wilayah Kilmuri
Berdasarkan hasil awal peninjauan lapangan, jenis jembatan yang direncanakan untuk dibangun meliputi:

Jembatan gantung, untuk sungai dengan bentang panjang dan arus sedang
Jembatan Aramco, bersifat modular dan relatif cepat dibangun
Jembatan Bailey, memiliki struktur baja yang kuat dan cocok untuk wilayah terpencil.

Pemilihan jenis jembatan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi teknis masing-masing sungai, termasuk lebar sungai, kekuatan arus, serta tingkat kerawanan banjir.

Keberadaan jembatan-jembatan ini diharapkan dapat menggantikan pola penyebrangan manual yang selama ini dilakukan masyarakat dengan risiko keselamatan yang tinggi, terutama bagi anak-anak sekolah, pelajar, ibu hamil, dan warga lanjut usia.

Sebagai bagian dari tahapan perencanaan pembangunan, Kementerian Pertahanan menginstruksikan Kodim 1502/Masohi untuk berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kodim Masohi kemudian melibatkan jajaran Koramil Geser dan Koramil Bula guna mendukung koordinasi, pengamanan, serta pendampingan di lapangan.

Kegiatan peninjauan lapangan ini didampingi langsung oleh Tim Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur, khususnya Tim Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten SBT. Tim gabungan TNI dan Pemda tersebut turun langsung ke lokasi sungai-sungai yang direncanakan menjadi titik pembangunan jembatan.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari proses perencanaan teknis, dengan tujuan:
Mengidentifikasi kondisi geografis dan karakter sungai
Mengukur lebar, kedalaman, serta arus sungai
Menilai tingkat kerawanan banjir
Menentukan jenis dan konstruksi jembatan yang paling sesuai dengan kondisi lapangan.

Peninjauan lapangan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, dan menjadi tahapan penting untuk memastikan perencanaan pembangunan jembatan dapat dilakukan secara tepat sasaran, aman, dan berkelanjutan.

Selain wilayah Ukar Sengan dan Kilmuri, Kementerian Pertahanan juga merencanakan pembangunan jembatan alternatif di Kecamatan Bula, tepatnya jembatan penghubung antara Desa Sesar dan Desa Englas. Jenis jembatan yang direncanakan di wilayah ini juga akan disesuaikan dengan kondisi sungai setempat, dengan opsi jembatan gantung, Aramco, atau Bailey.

Kehadiran personel TNI bersama Tim Pemerintah Daerah Kabupaten SBT dan Dinas PUPR di desa-desa sasaran mendapat sambutan positif dan antusias dari masyarakat. Warga menyampaikan harapan besar agar perencanaan pembangunan jembatan ini dapat segera direalisasikan, mengingat selama bertahun-tahun keterbatasan akses antar desa menjadi kendala utama dalam aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat, perencanaan serta kehadiran langsung pemerintah pusat, TNI, dan pemerintah daerah di wilayah mereka tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai bukti nyata kehadiran negara di wilayah-wilayah yang selama ini masih terisolir.

Perencanaan pembangunan jembatan-jembatan alternatif ini merupakan wujud nyata sinergi antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur, khususnya melalui pendampingan teknis Dinas PUPR, dalam mendukung pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi pertahanan non-militer, di mana keterhubungan wilayah, stabilitas sosial, dan kesejahteraan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan nasional, khususnya di wilayah kepulauan seperti Maluku.

Dengan terealisasinya pembangunan jembatan-jembatan tersebut ke depan, masyarakat di desa-desa yang selama ini terisolir diharapkan dapat lebih mudah mengakses pusat-pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik, sekaligus memperkuat konektivitas antar wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur. ***
(M. Lausepa)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *