Forum kota id. Dengan hormat kami masyarakat adat Sumstera Barat, menyampaiksn laporan pada Bpk Presiden dan para Menterinya terkait yaitu Menteri ESDM, Menteri Kehutanan dan Menteri ATR/Kepala BPN. Kasus yang menyakitkan seorang nenek pribumi Indonesia berasal dari Kabupaten Pasaman Barat,Propinsi Sumatera Barat yang mempertahankan hak alas tanah miliknya harus berurusan dengan maut,karena negara todak hadir terhadap rakyat pribumi Indonesia yang mempertahankan haknya. Kepada siapa kami harus mengadu.dan siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini..?
Hebatnya gerombolan Oligarki Aseng/Asong, menganiaya dan berusaha membunuh nenek korban penyerobotan tanah untuk kegiatan pertambangan emas ilegal hingga sekarang belum tersentuh hukum, atau memang sengaja negara mengabaikan masalah hak rakyat kecil. Inikah negeri Pancasila.. ? Atau negara Otoritarian ala Komunis tetapi bernuansa Pancasila…?
*Nenek Penolak Tambang Emas llegal di lahannya sendiri Dihajar dan Dibuang, Dikira sudah Tewas.*
Peristiwa memilukan terjadi di Desa Rao, Pasaman Timur.,Kabupaten Pasaman Barat, Propinsi Sumatera Barat .
Seorang nenek : SAUDAH namanya berusia (67 tahun ), menjadi korban penganiayaan brutal setelah menolak aktivitas tambang emas ilegal di lahan miliknya sendiri.
Kamis malam,1-Januari- 2026, Nenek Saudah mendatangi para penambang dan meminta mereka menghentikan penggalian. Aktivitas sempat berhenti.
Namun usai Magrib, para penambang kembali masuk ke lahannya.
Tak terima haknya dilanggar, sang nenek nekat berjalan sendirian menuju lokasi tambang yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, hanya berbekal senter.
Di tengah jalan, ia dilempari batu, lalu dipukuli hingga tak berdaya.
Dalam kondisi setengah sadar, korban sempat mendengar dirinya disebut “sudah meninggal”.
Tubuhnya kemudian dibuang ke semak-semak di tepi sungai sekitar pukul 22 00 WIB.
Sekitar pukul 01.00 WIB, keajaiban terjadi. Nenek Saudah siuman dan sadar dan berusaha bangkit untuk pulang ke rumahnya.
*Tanah ulayat milik masyarakat Sumatera Barat sejak era Orde Baru aman dari para perampom aseng Chins, kini Sungai,danau dan lautpun sudah dirampok dan dikavling2 semua tinggal 30 % saja .Kemana aparat keamanan TNI dan polisi RI atau sudah berubah status polisi Chinakah….*⁉️
Masyarakat Adat Sumatera Barat. Sumbar 3 Januari 2026.













