Kepala Dinas Pertanian SBT Apresiasi Gerak Cepat Balai Wilayah Sungai Maluku Selamatkan 185 Hektare Sawah dari Ancaman Gagal Panen

Forum Kota0 Dilihat
banner 636x380

 

 

banner 636x380

BULA, SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Sofyan Waraiya, S.P., menyampaikan apresiasi yang Setinggi tingginya kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku atas respons cepat dalam menangani dampak musim kemarau yang mengancam areal persawahan di Kecamatan Bula Barat .
Hal tersebut disampaikan Sofyan Waraiya di ruang kerjanya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, musim kemarau yang sedang melanda Kabupaten Seram Bagian Timur telah menyebabkan berkurangnya pasokan air irigasi bagi lahan pertanian, khususnya sentra produksi padi di Kecamatan Bula Barat . Kondisi ini mengancam keberlangsungan pertumbuhan tanaman padi yang saat ini sedang membutuhkan pasokan air secara optimal.

Petani kita sudah melakukan penanaman, namun saat ini sangat membutuhkan pengairan yang cukup. Jika persoalan ini tidak segera ditangani, maka sangat berpotensi menyebabkan gagal panen,” ujar Sofyan Waraiya.

Ia menjelaskan, persoalan kekeringan tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi di Kantor BNPB Provinsi Maluku yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan dihadiri Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, BMKG Provinsi Maluku, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur menyampaikan kondisi riil yang terjadi pada kawasan pengembangan pangan, terutama di wilayah irigasi Bendung Way Bubi dan Bendung Way Mata Kabu, yang menjadi sumber utama pengairan sawah di Desa Jakarta Baru dan Desa Sumber Agung.

Alhamdulillah, hanya dua hari setelah rapat, Balai Wilayah Sungai langsung merespons dengan menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk melakukan pengerukan sedimen di Bendung Way Mata Kabu serta membantu pompanisasi guna mengalirkan air ke lahan pertanian. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat kami apresiasi,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian SBT, sekitar 185 hektare lahan sawah terancam gagal panen apabila tidak segera mendapatkan intervensi air.

Selain pengerukan sedimen, pemerintah daerah juga mendorong kelompok tani memanfaatkan bantuan mesin pompa air yang telah disalurkan agar dapat mengambil sumber-sumber air yang masih tersedia dan mengalirkannya ke lahan pertanian.

Kami terus mendorong kelompok tani memanfaatkan pompa air yang sudah diberikan pemerintah. Semua sumber air yang masih bisa dimanfaatkan harus segera dioptimalkan demi menyelamatkan tanaman padi masyarakat,” jelasnya.

Sofyan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Perbaikan kembali Bendung Way Bubi yang mengalami kerusakan sejak dua tahun lalu direncanakan mulai dikerjakan pada tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp150 miliar.

Perbaikan bendung tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampungan air sehingga dapat mendukung peningkatan luas tanam padi di Kecamatan Bula Barat dan memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Seram Bagian Timur maupun Provinsi Maluku.

Namun demikian, Sofyan berharap pembangunan nantinya tidak hanya sebatas memperbaiki bangunan bendung , tetapi juga mampu menghadirkan solusi teknis jangka panjang terhadap persoalan sedimentasi yang selama ini menjadi penyebab utama cepat berkurangnya debit air.

Saat ini air di Bendung Way Bubi hanya mampu bertahan sekitar satu hingga dua minggu setelah hujan karena sedimentasi yang cukup tinggi. Kami berharap BWS dapat merancang solusi teknis agar bendung mampu menyimpan air selama tiga hingga enam bulan. Dengan demikian, petani tidak lagi mengalami kesulitan air setiap musim kemarau,” tegasnya.

Ia menilai, apabila persoalan sedimentasi dapat diatasi secara permanen, maka biaya pengerukan yang selama ini harus dilakukan berulang kali dapat ditekan, sekaligus menjamin keberlanjutan produksi pertanian.

Di akhir keterangannya, Sofyan Waraiya kembali menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku atas kolaborasi dan respons cepat yang telah diberikan.

Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Wilayah Sungai Provinsi Maluku yang telah bergerak cepat membantu petani di Seram Bagian Timur. Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan agar sektor pertanian kita tetap kuat, produksi padi meningkat, dan SBT mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun program swasembada pangan nasional,” pungkasnya. *** M. Lausepa.

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *