Ketika Langit Membentangkan Tanda: Penundaan Rabu Keramat dan Jejak 25,7 Miliar di Lombok Timur

Forum Kota4 Dilihat

ForumKota.id_Lombok Timur bukan sekadar geografis. Ia adalah ruang spiritual, tempat manusia, alam, dan kekuasaan saling beradu dalam getaran yang tak terlihat. Pada 10 Desember 2025, langit cerah dan gerah, namun tiba-tiba menggelap ketika APMM melangkah keluar dari Mapolres sesaat setelah menyampaikan pengunduran jadwal aksi. Awan menebal, dan hujan turun deras seolah alam sendiri ikut memberi suara.

Di tengah ketegangan malam sebelumnya—penghadangan aparat, tekanan terhadap koordinator aksi, dan pasang naik emosi warga—APMM memilih satu kata kunci: keselamatan. Bukan takut, bukan gentar. Tetapi memahami ritme alam.

“Ketika kami aksi pada 3 Desember, langit hanya mendung. Hari ini hujan deras. Alam selalu memberi kode,” ujar seorang aktivis dengan tatapan ke langit yang membelah bumi.

Dalam tradisi masyarakat Lombok, langit sering dianggap saksi moral. Ia menerima dan menolak keputusan manusia melalui tanda yang halus. Dan di tengah dugaan penyimpangan proyek 25,7 miliar, tanda itu terasa semakin kuat.

APMM memundurkan aksi ke 15 Desember bukan untuk meredam gelombang—namun untuk menunggu energi alam dan publik menyatu. Gerakan ini bukan hanya politik. Ini adalah ziarah moral. Pertarungan antara apa yang tampak dan apa yang disembunyikan.(Sandi)