Membangun Pemimpin Muda: Alumni IPMASTIM Dorong Soft Skill, Integritas Politik, dan Sinergi Lintas Generasi di Kupang

FORUMKOTA.ID| KUPANG __ Ikatan pemuda Pelajar Mahasiswa asal Sumba Timur (IPMASTIM) di Kupang mendapat kunjungan istimewa dari para alumni yang kini berkiprah di kancah politik dan pemerintahan. Kunjungan ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga momentum penting untuk memotivasi anggota aktif agar mempersiapkan diri dengan matang, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal keterampilan non-teknis atau soft skill yang kritis untuk kesuksesan pascakampus.10/12/2025

Kolaborasi Lintas Generasi dan Dukungan Pemimpin Daerah
Kunjungan yang dihadiri oleh melkianus patimara Asisten I Bupati Sumba Timur, Umbu Tamu Ridi Djawamara, Yoap kepuru mija hembangratu, risto umbu ndawa kareuk , serta beberapa alumni yang kini duduk di DPRD Sumba Timur, menunjukkan kuatnya ikatan batin dan jalinan senior-junior di IPMASTIM.

“Biaya dari Sumba hanya untuk [menyampaikan] materi di masa lalu yang memiliki kerinduan, yang kini [IPMASTIM] menjadi tempat yang aman dan paling tepat untuk belajar,” ujar salah satu perwakilan alumni. Ia bahkan menegaskan, meskipun menjabat sebagai Asisten Bupati, ia tidak sungkan berhadapan dengan alumni yang sudah menjalin ikatan batin dengannya.

Integritas dan Nilai Jual Jadi Kunci Pemilihan Pemimpin Kampus
Dalam konteks pemilihan pemimpin mahasiswa, para senior menekankan pentingnya memilih berdasarkan nilai jual dan daya saing, bukan sekadar latar belakang asal daerah.

“Memilih itu tadi yang saya bilang, orang ini layak dan pantas dia bisa menjadi teladan bagi seluruh mahasiswa yang ada di Kota Kupang,” tegasnya. “Kemampuannya dia tidak mencerminkan itu, untuk apa dipilih?”

Ia mengingatkan, di tingkat nasional, organisasi mahasiswa seperti GMKI, PMKRI, dan organisasi daerah seperti TTS, TTU, dan lainnya, perlu mendistribusikan kader terbaik mereka berdasarkan kompetensi, bukan hanya afiliasi kedaerahan. Integritas, kemampuan intelektual, dan soft skill adalah hal yang perlu diperhitungkan.

Pengembangan Soft Skill: Bekal Wajib Sarjana
Salah satu penekanan utama dalam pertemuan ini adalah pentingnya pengembangan soft skill di luar kemampuan intelektual semata.

“Sudah banyak yang terjadi, ketika sarjana pulang di kampung, maka masyarakat di kampung berpikir bahwa kita tahu segalanya. Maka dari itu, pegang sarjana yang mempersiapkan diri secara baik dan benar, yang akan belajar tentang soft skill,” kata alumni tersebut.

IPMASTIM didorong untuk menjadi “tempat dan rumah untuk kalian belajar,” fokus pada pelatihan yang mencakup:

Komunikasi: Untuk membangun tim kerja yang efektif dan menjadi pemimpin.

Pelaporan Kegiatan: Diajarkan cara membuat laporan kegiatan yang baik, seperti proposal, yang sangat terkenal di dunia pemerintahan.

Pelatihan Khusus: IPMASTIM juga harus mengadakan pelatihan komputer dan jurnalisme bagi anggota yang berminat menjadi wartawan.

Dukungan Beasiswa dan Penanganan Masalah Daerah
Selain motivasi, para alumni juga membawa kabar baik terkait program dukungan bagi mahasiswa Sumba Timur.

Beberapa poin penting yang disampaikan terkait dukungan pemerintahan daerah meliputi:

Beasiswa S1 Dan S2: Akan diberikan bagi yang memenuhi syarat dan kuota. Prioritas diberikan kepada orang tua yang kurang mampu.

Kuota Beasiswa: Beasiswa berjumlah 136 orang dengan nominal Rp 3 juta per orang.

Rekomendasi Wajib: Penerima beasiswa wajib memiliki rekomendasi resmi dari IPMASTIM.ujar melkianus pattimara

Isu BBM: Aldo juga mempertanyakan terkait bbm yang sulit Di peroleh oleh petani di lewa saat Musim tanam .dan didijawab langsung oleh Umbu Tamu Ridi selaku DPRD dapil 5, beliua juga mengatakan mahasiswa kota kupang yang berasal dari Sumba Timur harus menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu yang terjadi di Sumba Timur.

Kader IPMASTIM didorong untuk menjaga hubungan baik dengan senior dan memastikan bahwa penyusunan program kegiatan harus sesuai dengan tujuan dan pokok organisasi agar ikatan ini terus berjalan dan memberikan dampak nyata. ***