Ketua K3S Lamteng (Marsudi), Diduga Beri Contoh Modus Korupsi Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Berita, Kriminal, Lampung2918 Dilihat
banner 636x380

FORUM KOTA | LAMPUNG TENGAH- (Komalanews.com) – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 1 Rama Kelandungan tahun 2025 sebesar Rp. 161.680.000 diduga terindikasi korupsi dengan modus Mark-Up Anggaran belanja di beberapa Komponen, oleh (Marsudi) Oknum Kepala Sekolah SDN 1 Rama Kelandungan Kecamatan Seputih Raman Sekaligus Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Lampung Tengah.

Walaupun pemerintah telah melakukan pengawasan yang ketat, akan tetapi bukanlah hal yang sulit bagi Marsudi oknum kepala sekolah yang doyan korupsi untuk tetap bisa melancarkan aksinya, dengan melibatkan beberapa oknum staf.
Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri satu (SDN 1) Rama Kelandungan modus nya sama seperti tahun lalu Mark’up anggran.

banner 636x380

Menurut informasi sumber data yang dapat dipercaya, pada tahun 2025, dalam realisasi ada beberapa komponen, yang diduga tidak diyakini kebenarannya seperti.
Pencairan tahap pertama Tanggal 22 Januari 2025
a. Pengembangan Perpustakaan Sebesar Rp. 22.641.000
b. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Sebesar Rp. 9.650.000
c. Pembayarana Honor Sebesar Rp. 25.200.000
Pencairam Tahap Dua 08 Agustus 2025
a. Pengembangan Perpustakaan Sebesar Rp. 13.615.000
b. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Sekolah Sebesar Rp. 20.690.000

Komponen tersebut diduga hanya modus Marsudi oknum Kepala Sekolah SDN I Rama Kelandungan sekaligus Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kabupaten Lampung Tengah, untuk mengelabui pemerintah dan masyarakat khususnya wali murid, agar mendapatkan keuntungan besar guna memperkaya diri.

Tak hanya sampai disitu menurut salah satu narasumber yang tidak ingin di sebutkan nama nya mengungkapkan kepada awak media mereka tidak mengetahwi persis jika setiap tahun nya di anggarkan untuk pengembangan perpustakaan. Diri nya mengajar sudah sejak 2013, diri nya dan rekan rekan hanya di perintahkan untuk merawat buku dan ruangan perpustakaan. Lantas awak media menanyakan perihal kapan terakhir sekolah memesan buku baru, namun awak media mendapatkan jawaban yang mengejutkan narasumber menyebutkan, “terakhir kali seingat saya di tahun 2023 lalu buku baru masuk ke dalam perpustakaan untuk tahun 2024 dan 2025 tidak tahu pak”, Ujarnya.

Lantas Kemana Anggaran tahun 2024 – 2025?!.
Pernyataan itu jelas berbanding terbalik dengan laporan data peruntukan penggunaan Dana BOS tahun 2024 dan 2025 yang menganggarkan puluhan juta rupiah hanya untuk pengembangan perpustakaan nya. Belum lagi terkait pembayaran Gaji Honorer yang jumlah nya mencapai puluhan juta rupiah, padahal di sekolah tersebut sebanyak tuju Guru Honorer sudah di angkat PPPK pada tahun 2025 yang lalu, tetapi pos yang di anggarkan di tahun 2025 mencapai Rp. 48.800.000 (Empat Puluh Delapan Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah)

Narasumber lain juga menyebutkan bahwa (Marsudi) selaku Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) kabupaten Lampung Tengah juga diduga sering kali memanfaatkan jabatan sebagai ketua untuk meminta keuntungan sekian persen dari sejumlah penerbit buku dan percetakan naskah yang memang sudah di kondisikan di seluruh SD yang ada di Lampung Tengah.

Pada saat awak media mencoba mendatangi SDN I Rama Kelandungan guna untuk meminta kalrifikasi terkait pemberitaan ini, awak media tidak melihat ada nya (Marsudi) di ruang lingkup SDN I Rama Kelandungan.
Lantas awak media coba meminta Klarifikasi (Marsudi) melalui pesan whatsap dengan nomor 0823-8229-xxxx tidak ada jawaban meskipun whatsap dalam keadaan aktif.

Atas pemberitaan ini awak media meminta kepada intansi terkait seperti Inspektorat,BPK RI,serta Kejari Lampung Tengah agar dapat memeriksa (Marsudi) atas dugaan mark’up anggaran Dana BOS TA 2025 yang ada di Sekolah Dasar Negeri Satu (SDN 1) Rama Kelandungan dan menelusuri pengkondisian yang di lakukan (Marsudi) agar menjadi percontohan bagi sekolah – sekolah yang ada di Kabupaten Lampung Tengah. (Tim-Red)

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *