FORUMKOTA.ID | Tegal – Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Mina yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tegal, Kota Tegal, berada dalam kondisi memprihatinkan. Koperasi yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi nelayan tradisional itu kini terancam kehilangan fungsinya akibat minimnya partisipasi anggota serta kurangnya pembinaan berkelanjutan.
Berdasarkan data internal, jumlah anggota KUD Karya Mina tercatat sekitar 3.000 orang. Namun, sebagian besar di antaranya tergolong sebagai anggota pasif. Aktivitas koperasi selama ini hanya ditopang oleh segelintir anggota aktif, sehingga roda usaha berjalan tidak optimal.
“Secara fasilitas kami sudah lama siap. KUD menyediakan kebutuhan nelayan seperti jaring, box ikan, hingga gedung pertemuan. Tapi kesadaran anggota untuk memanfaatkan koperasi sangat rendah. Akibatnya, KUD berjalan kembang-kempis,” ujar salah seorang pengurus KUD Karya Mina yang enggan disebutkan namanya, Selasa (13/1/2026).
Ia menilai, lemahnya peran koperasi nelayan tidak terlepas dari minimnya edukasi, pendampingan, serta belum adanya kebijakan yang berpihak secara nyata. Menurutnya, koperasi membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah daerah maupun instansi teknis agar kembali menjadi pilihan utama nelayan.
“Untuk layanan simpan pinjam saja, yang memanfaatkan hanya anggota aktif. Sebagian besar nelayan justru memilih memenuhi kebutuhannya di luar koperasi. Kami berharap ada program khusus, seperti pengadaan kebutuhan nelayan dan akses pembiayaan melalui koperasi, agar kepercayaan anggota kembali tumbuh,” katanya.
Selama ini, KUD Karya Mina diharapkan menjadi wadah ekonomi bersama bagi nelayan di wilayah Tegalsari dan sekitarnya. Namun tanpa pembinaan manajemen, penguatan kelembagaan, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan, peran strategis koperasi tersebut kian tergerus.
“Pengamat koperasi menilai, jika kondisi ini dibiarkan tanpa intervensi yang serius, KUD Karya Mina berpotensi mengalami stagnasi berkepanjangan bahkan mati suri. Padahal, koperasi nelayan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir serta memperkuat rantai distribusi perikanan nasional.”pungkasnya.***













