DEMAK – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar sosialisasi mencuci tangan pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 di MI Miftahul Tholibin, Desa Waru, Kabupaten Demak. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja KKN di bidang kesehatan yang menyasar siswa sebagai upaya mengenalkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 37 siswa kelas IV MI Miftahul Tholibin. Sejak sesi edukasi dimulai di dalam kelas, para siswa terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan tim KKN. Edukasi diberikan dengan cara sederhana agar siswa dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan dan mengetahui cara mencuci tangan yang benar.
Pada awal kegiatan, mahasiswa KKN menjelaskan pentingnya mencuci tangan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diajak mengenali waktu-waktu yang tepat untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain. Penjelasan disampaikan dengan contoh yang dekat dengan aktivitas siswa sehari-hari.
Agar kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tim KKN mengajak siswa mempraktikkan sepuluh langkah mencuci tangan. Setiap gerakan diperagakan terlebih dahulu, kemudian diikuti oleh siswa. Gerakan tersebut disertai nyanyian sehingga siswa lebih mudah mengikuti dan mengingat urutannya.
Setelah sesi edukasi selesai, siswa diarahkan menuju tempat cuci tangan yang telah disiapkan untuk mempraktikkan langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Peserta KKN mendampingi siswa secara bergantian dan memberikan arahan apabila terdapat gerakan yang masih kurang tepat.
Dalam praktik tersebut, siswa diajarkan membersihkan seluruh bagian tangan, mulai dari telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, hingga ujung jari, lalu membilasnya dengan air mengalir sampai bersih. Suasana kegiatan semakin ramai ketika siswa mengikuti praktik secara bersama-sama sambil bernyanyi. Kegiatan juga diselingi pertanyaan sederhana mengenai kebiasaan mencuci tangan yang biasa dilakukan siswa sebelum dan sesudah beraktivitas.
Wali kelas IV MI Miftahul Tholibin, Siti Haniah, memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi seperti ini penting bagi siswa karena mereka memperoleh penjelasan sekaligus melihat dan mempraktikkan langsung cara mencuci tangan yang benar.
“Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk anak-anak. Mereka tidak hanya diberi penjelasan, tetapi juga langsung diajarkan bagaimana cara mencuci tangan yang benar. Hal seperti ini penting karena anak-anak biasanya lebih mudah memahami ketika langsung mempraktikkannya,” ujar Siti Haniah.
Ia berharap kebiasaan yang diperkenalkan melalui kegiatan tersebut dapat terus dilakukan siswa dalam keseharian. “Harapannya setelah kegiatan ini anak-anak bisa lebih terbiasa mencuci tangan, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas. Kalau sudah terbiasa di sekolah, semoga mereka juga menerapkannya di rumah dan bisa mengingatkan anggota keluarga untuk menjaga kebersihan,” tambahnya.
Sosialisasi mencuci tangan ini menjadi salah satu program KKN UPGRIS Desa Waru dalam memberikan edukasi kesehatan kepada siswa, sekaligus mengajak mereka memulai kebiasaan hidup bersih dari hal sederhana yang dapat diterapkan baik di sekolah maupun di rumah.
Penulis: Tim Publikasi KKN Desa Waru











