BULA. Seram Bagian Timur Provinsi Maluku — Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) diwarnai kericuhan pada Selasa (21/4/2026) sore. Insiden adu mulut antar peserta terjadi sekitar pukul 17.27 WIT di depan Gedung Serba Guna Dinas Kesehatan yang terletak di desa waelola Kecamatan Bula yang digunakan sebagai tempat atau lokasi kegiatan.
Keributan dipicu oleh kekecewaan sejumlah peserta terhadap jalannya sidang yang dinilai terlalu sering diskors tanpa alasan yang jelas. Skorsing berulang tersebut dianggap menghambat proses musda dan memicu emosi peserta rapat.
Salah satu peserta, pimpinan kecamatan Kilmuri, Muhamatamin Sokan Metan, secara terbuka menyampaikan keresahannya kepada wartawan. Ia menilai cara pimpinan sidang mengelola forum tidak profesional dan terkesan disengaja untuk memperlambat jalannya agenda.
Kami ini 15 pimpinan kecamatan sudah sepakat. Rekomendasi ganda itu harus digugurkan dan itu sudah selesai dibahas. Jadi kenapa masih ada saja skorsing yang tidak jelas dan menghambat proses menuju tahap selanjutnya?” ujarnya
dengan nada tegas.
Menurutnya, peserta menginginkan proses musda berjalan cepat dan transparan agar segera diketahui siapa yang akan terpilih sebagai Ketua DPD Golkar SBT. Ia juga menegaskan bahwa para pimpinan kecamatan tidak ingin dirugikan oleh manuver yang diduga berpihak pada kandidat tertentu.
Kami tidak mau ada yang sengaja menghambat atau merugikan kami. Pimpinan sidang harus bekerja lurus, tidak boleh berpihak kepada siapa pun,” tambahnya.
Sokan Metan juga menekankan bahwa kesepakatan untuk menggugurkan rekomendasi ganda telah diambil secara kolektif demi menjaga kualitas musda. Ia berharap tidak ada intervensi yang dapat merusak proses demokrasi internal partai.
Di sisi lain, seorang pengurus DPD Golkar SBT yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan adanya dugaan keterlibatan pihak luar yang mencoba memengaruhi jalannya musda. Ia menilai ada upaya sistematis untuk menghambat kandidat tertentu yang dinilai telah berkontribusi besar dalam membesarkan partai di daerah tersebut.
Kami sangat menduga ada pihak luar yang tidak senang dengan perkembangan Golkar di SBT. Jangan sampai ada yang datang untuk menghancurkan apa yang sudah kami bangun dengan susah payah,” ujarnya.
Situasi yang memanas sempat menjadi perhatian salah satu bakal calon Ketua DPD Golkar SBT, Agil Rumakat. Melihat kondisi yang berpotensi semakin tidak kondusif, Agil mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan para pendukungnya untuk sementara meninggalkan lokasi keributan.
Ia menilai langkah tersebut penting untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih besar. Menurutnya, menjaga stabilitas forum lebih utama agar musda tetap bisa dilanjutkan dengan aman dan tertib.
Saya minta pendukung untuk menahan diri dan keluar sementara dari lokasi. Kita tunggu sampai skorsing dicabut, baru kembali mengikuti proses. Yang penting musda ini harus berjalan baik, aman, dan berkualitas,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar lokasi musda berangsur kondusif meskipun ketegangan antar peserta masih terasa. Banyak pihak berharap pimpinan sidang dapat segera memperbaiki mekanisme persidangan agar tidak kembali memicu konflik.
Musda ke-V ini dinilai krusial dalam menentukan arah kepemimpinan Partai Golkar di Kabupaten Seram Bagian Timur untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan. Oleh karena itu, transparansi, netralitas, dan profesionalitas dalam pelaksanaan sidang menjadi tuntutan utama dari para peserta. *** Muhammad Lausepa
