TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID — Pemerintah Nagari Panyalaian, Kecamatan X Koto, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Aula Kantor Wali Nagari, Senin (14/9/2026). Bukan sekadar agenda tahunan — forum ini menjadi panggung suara rakyat, tempat harapan dibahas secara terbuka demi arah masa depan nagari.
Musrenbang bukan formalitas di atas kertas. Sekretaris Nagari Panyalaian, Wike Fitria Putri, menegaskan: setiap usulan harus lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, bukan sekadar keinginan perorangan. Dibahas berdasarkan skala prioritas, urgensi, manfaat, serta kemampuan anggaran — agar setiap program benar-benar menyentuh kehidupan warga.
Kepentingan bersama diutamakan di atas segalanya. Wike mengajak seluruh peserta menyampaikan aspirasi secara jujur dan objektif. Tidak semua bisa diwujudkan sekaligus, namun keputusan bersama menjamin yang paling mendesak didahulukan — mulai dari infrastruktur, pemberdayaan, ekonomi, hingga kualitas sumber daya manusia.
Wali Nagari Panyalaian, Dedi Sutani Dt. Rangkai Putiah, secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan keterbukaan penuh. “Aspirasi diterima dari siapa saja, tapi ditempatkan sesuai kebutuhan dan prioritas,” ujarnya. Anggaran terbatas harus dimanfaatkan secara maksimal — memberikan dampak nyata, bukan sekadar tampil megah.
Kebersamaan adalah kunci. Wali Nagari mengingatkan: pembangunan bukan tugas pemerintah saja. Dukungan tokoh masyarakat, lembaga nagari, Bundo Kanduang, hingga seluruh warga sangat dibutuhkan agar rencana yang disepakati berjalan hingga tuntas. Sinergi menjadikan cita-cita nagari lebih kuat.
Camat X Koto, Mohd. Yahya Suryadi Putera, S.S.T.P., memberikan apresiasi sekaligus pesan tegas. Musrenbang bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Usulan harus berpijak pada kondisi nyata di lapangan, dipilah berdasarkan tingkat urgensi, dan diperjuangkan bersama. Komunikasi yang baik antarunsur menjadi modal utama mengawal program hingga terlaksana.
Suasana terbuka dan partisipatif mewarnai seluruh proses. Hadir Wakapolsek Panyalaian, Bhabinkamtibmas, unsur Forkopimca, BPRN, KAN, Bundo Kanduang, serta pemangku kepentingan lainnya. Semua sepakat: pembangunan yang berkualitas lahir dari kebutuhan rakyat, direncanakan secara transparan, dan dijalankan dengan niat tulus — demi kemajuan Nagari Panyalaian yang lebih sejahtera.***
