
Pemerintah Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur terus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui kolaborasi program pertanian dan ketahanan pangan. Salah satu langkah nyata terlihat dari penyerapan hasil panen padi petani di Desa Waesamet yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui program Pangan Murah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraia, S.P., saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya di Bula, Rabu (11/3/2026), menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen yang baru saja dilaksanakan bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pada musim panen kemarin, kegiatan panen dilakukan bersama Bupati dan masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di wilayah tersebut.
Alhamdulillah pada panen kemarin kami dapat melaksanakan panen bersama Bapak Bupati dan masyarakat. Hasil produksi beras dari penggilingan padi yang ada di Desa Waesamet juga telah diserap oleh Dinas Ketahanan Pangan melalui program Pangan Murah,” ujarnya.
Menurutnya, beras hasil produksi para petani tersebut kemudian dimanfaatkan dalam kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan di wilayah Pulau Gorom, Pulau Panjang, dan daerah sekitarnya.
Dari hasil panen yang ada, sekitar 5 ton beras berhasil diserap oleh pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan. Beras tersebut dibeli langsung dari petani dan penggilingan padi yang ada di Desa Waesamet sebagai bagian dari upaya mendukung pemasaran hasil panen petani lokal.
Jumlah beras yang didistribusikan kurang lebih 5 ton. Beras ini dibeli dari para petani dan penggilingan padi yang ada di desa kami,” jelasnya.
Selanjutnya, berdasarkan informasi dari Dinas Ketahanan Pangan, beras tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat di wilayah Pulau Gorom Timur dan Pulau Panjang melalui kegiatan program Pangan Murah.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena harga bahan pangan yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan harga yang beredar di pasar.
Antusias masyarakat cukup tinggi karena harga yang ditawarkan dalam program Pangan Murah lebih murah dibandingkan harga pasar. Paket pangan yang dibagikan juga terdiri dari beberapa kebutuhan pokok, salah satunya adalah beras hasil produksi petani desa kami,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan program Pangan Murah diharapkan dapat terus dilanjutkan bahkan diperluas ke wilayah kecamatan lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Pada pelaksanaan program sebelumnya, kegiatan tersebut melibatkan sekitar tiga kecamatan. Namun pemerintah berharap ke depan cakupan program ini dapat menjangkau lebih banyak wilayah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan. Menurutnya, kerja sama antarinstansi sangat penting untuk menjaga stabilitas produksi pertanian sekaligus memastikan adanya pasar bagi hasil panen petani.
Para petani dari musim ke musim selalu optimis untuk meningkatkan produksi padi di wilayah Bula Barat. Salah satu faktor penting adalah tersedianya pasar bagi hasil panen petani. Program Pangan Murah ini menjadi salah satu solusi karena pemerintah dapat membeli hasil produksi petani untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pada musim panen terakhir, para petani berhasil memanen padi dari lahan seluas sekitar 50 hektar. Saat ini para petani sudah mulai memasuki tahap pengolahan lahan untuk musim tanam berikutnya.
Dengan adanya dukungan pasar serta program pemerintah yang berpihak pada petani, diharapkan produksi padi di wilayah tersebut dapat terus meningkat dari musim ke musim.
Kami berharap produksi ke depan dapat terus meningkat seiring dengan adanya peluang pasar yang terbuka bagi para petani,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kemajuan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani di desa kami,” tutupnya.*** ( Muhammad Lausepa )