FORUMKOTA.ID| LOMBOK TIMUR __ Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar untuk penanganan keadaan darurat dan upaya mitigasi bencana yang terkait dengan fenomena hidrometeorologi. Langkah ini diambil setelah status tanggap darurat ditetapkan dan potensi bencana terdeteksi di beberapa kecamatan yang rawan.
“Besarnya anggaran tersebut akan digunakan untuk kegiatan mitigasi serta pembelian logistik dan makanan siap santap ketika bencana terjadi,” ungkap Bupati Lotim Haerul Warisin pada apel siaga bencana hari Rabu (3/12).
Menurut Bupati, Lotim termasuk daerah yang sangat rentan terhadap bencana. Pemerintah kabupaten telah memetakan empat kecamatan yang berisiko mengalami bencana alam, yaitu Sembalun, Suela, Pringgabaya, dan Sambelia.
“Meskipun tingkat kerentanan bencana yang akan datang masih tergolong sedang, hal itu tetap berpotensi menimbulkan korban, sehingga perlu dilakukan upaya mitigasi sejak awal,” katanya.
Untuk mencegah terjadinya banjir dan longsor, Pemkab Lotim telah membersihkan beberapa bagian sungai yang menyempit akibat penumpukan sampah dan endapan. Ia juga meminta masyarakat bekerja sama membersihkan selokan dan saluran air agar air tidak meresap ke permukiman warga.
Selain itu, untuk mencegah pohon tumbang di jalan raya, ia telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memangkas pohon-pohon yang berpotensi membahayakan pengendara.
“Kita hanya melakukan pemangkasan saja, tidak menebang pohonnya. Yang dipangkas adalah ranting-ranting yang berpotensi tumbang,” jelasnya.
Sementara itu, Kalak BPBD Lotim Lalu Muliadi menyatakan bahwa Lotim telah memasuki musim hujan dengan intensitas tinggi dan sedang, dan saat ini berada dalam status tanggap darurat.
“Daerah yang perlu diantisipasi adalah Kecamatan Pringgabaya, Suela, Sambelia, Pringgasela, dan Montong Gading, karena daerah-daerah tersebut sangat rentan terhadap terjadinya bencana.”
