Pendewasaan Jemaat GKKA Indonesia Cabang Tolitoli

Tolitoli – Gereja GKKA (Gereja Kebangunan Kalam Allah) Indonesia Cabang Tolitoli secara resmi memasuki fase pendewasaan jemaat, ditandai dengan peningkatan status dari anak cabang menjadi jemaat dewasa yang mampu berdiri sendiri (mandiri). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 16 Desember 2025, pukul 10.00 Wita, bertempat di Jl. Katamso, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli.

 

Pendewasaan jemaat ini sekaligus menegaskan peningkatan status kelembagaan GKKAI, dari sebelumnya berada di bawah GKKAI Kabupaten Donggala, kini secara resmi menjadi GKKAI Kabupaten Tolitoli. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan gereja, baik secara organisatoris, administratif, maupun pelayanan rohani.

Dihadiri Unsur Pemerintah, TNI–Polri, dan Pimpinan Gereja

Kegiatan pendewasaan jemaat dihadiri oleh berbagai unsur strategis, antara lain:

Wakil Bupati Kabupaten Tolitoli, Moh. Besar Bantilan

Wakapolres Tolitoli, Kompol Alfius Parangi ,SH

Ketua Umum GKKA Indonesia, Pdt. Hengky Tjia

Sekretaris GKKA Indonesia, Pdt. Stepson Yusia

Gembala GKKA Tolitoli, Pdt. Demaskus Ponamon

Para pendeta gereja se-Kabupaten Tolitoli

Jemaat serta tamu undangan, dengan jumlah sekitar 100 orang

Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan dukungan luas terhadap proses pendewasaan dan kemandirian gereja di Kabupaten Tolitoli.

Rangkaian Acara Berlangsung Khidmat

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Patriot Baolan, pembacaan doa, serta sambutan Wakil Bupati Tolitoli. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian dan pembukaan selubung papan nama Gereja GKKA Indonesia Cabang Tolitoli, yang menandai pengukuhan status gereja sebagai jemaat dewasa.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, kegiatan juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Sinode GKKA Tolitoli, yang diharapkan menjadi pusat koordinasi dan pelayanan gereja ke depan. Acara dilanjutkan dengan foto bersama, istirahat, serta ibadah syukur pendewasaan jemaat.

Sambutan Wakil Bupati: Pendewasaan Bukan Sekadar Administrasi

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan menyampaikan bahwa pendewasaan jemaat bukan semata-mata perubahan status administratif, melainkan sebuah proses menuju kemandirian, kedewasaan organisasi, serta kedewasaan dalam pelayanan kepada Tuhan dan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa jemaat yang dewasa adalah jemaat yang mampu berdiri kokoh, bertumbuh secara rohani, mandiri dalam pelayanan, serta menjadi terang dan berkat bagi lingkungan sekitarnya. Pemerintah Daerah Kabupaten Tolitoli, lanjutnya, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut, karena gereja yang dewasa dan mandiri diyakini mampu berkontribusi dalam membangun karakter masyarakat yang beriman, rukun, dan bertanggung jawab.

Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk terus membuka ruang sinergi dengan seluruh elemen keagamaan, termasuk GKKA Indonesia, dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di Kabupaten Tolitoli.

Berakhir dengan Ibadah Syukur

Seluruh rangkaian kegiatan pendewasaan jemaat GKKA Indonesia Cabang Tolitoli berakhir sekitar pukul 12.00 Wita, dan dilanjutkan dengan ibadah syukur. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan tertib dengan pengamanan dari personel Polres Tolitoli dan Sat Pol PP Kab.Tolitoli.

Pendewasaan jemaat ini diharapkan menjadi awal dari pelayanan GKKA Indonesia Cabang Tolitoli yang semakin terarah, mandiri, dan berdampak luas bagi pertumbuhan rohani jemaat serta sifat toleransi beragama di masyarakat Kabupaten Tolitoli.

Penulis: Syamsu Alam
forumkota.id