Forumkota.id | Lampung Tengah – Program normalisasi saluran irigasi di wilayah Rumbia Barat, Kabupaten Lampung Tengah, diduga dikerjakan asal-asalan. Kegiatan pengerukan sedimentasi pada saluran primer tersebut menggunakan alat berat excavator untuk mengangkat endapan lumpur yang dinilai sudah sangat tebal.
Informasi yang dihimpun, pekerjaan pengerukan dilakukan mulai dari BRB 5 hingga BRB 9 dengan panjang kurang lebih 4 kilometer yang berada di wilayah Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah.
Berdasarkan keterangan salah satu staf UPTD Pengairan Rumbia Barat, pekerjaan tersebut dikontraktualkan langsung oleh Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) kepada pihak ketiga atau rekanan.
Namun, pihak UPTD mengaku tidak dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Pihak kami tidak dilibatkan, baik sebagai pengawas maupun yang lainnya. Setidaknya karena ini wilayah kami, pihak rekanan seharusnya memberitahu,” ujar staf UPTD kepada awak media.
Dari hasil pantauan awak media di lokasi kegiatan, pengerukan diduga tidak maksimal. Pasalnya, masih ditemukan sedimentasi yang tertinggal di dasar saluran irigasi dengan ketebalan diperkirakan mencapai 20 hingga 30 sentimeter.
Selain itu, saat awak media melakukan peliputan sekitar pukul 12.00 WIB, tidak terlihat operator excavator di lokasi pekerjaan. Awak media juga tidak menemukan pihak pelaksana maupun perwakilan dari BBWSMS di area kegiatan.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap pekerjaan normalisasi tersebut agar fungsi saluran irigasi benar-benar optimal dan tidak merugikan para petani yang bergantung pada aliran air irigasi. (Tim-Red)
