Petani Ikan Lamongan Mengeluh, Sempat Rugi Akibat Banjir Kini Harga Ikan Anjlok Karena Pengurasan Tambak Bersamaan

Lamongan _ forumkota.id – Kesulitan masih dirasakan para petani tambak ikan di wilayah Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, dan sekitarnya. Setelah bulan lalu mengalami kerugian besar akibat banjir yang menyebabkan banyak tambak jebol dan ikan hanyut, kini para petani kembali terpukul karena harga ikan di pasaran merosot drastis akibat pengurasan tambak yang dilakukan secara bersamaan menjelang musim tanam padi.

Di Pasar Ikan Lamongan, suasana pasar dipenuhi keranjang-keranjang berisi ikan hasil tambak milik petani. Namun melimpahnya stok ikan membuat harga jual jatuh dan dikeluhkan baik oleh petani maupun para pemasok atau tengkulak ikan.

Salah satu jenis ikan yang mengalami penurunan tajam adalah ikan bader yang kini hanya dihargai sekitar Rp1.700 per kilogram. Sedangkan ikan bandeng turun hingga Rp8.000 per kilogram serta ikan Sombro Rp5000 per kilogrammya. Harga tersebut dinilai sangat rendah dan tidak sebanding dengan biaya perawatan tambak serta pakan yang selama ini dikeluarkan petani.

Para petani mengatakan, bulan lalu mereka sudah mengalami kerugian akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Lamongan seperti Glagah, Karangbinangun, Kalitengah, dan daerah sekitarnya. Banjir menyebabkan tanggul tambak jebol sehingga banyak ikan hanyut terbawa arus.

Kini, saat kondisi air mulai surut, para petani justru harus kembali menghadapi turunnya harga ikan. Hal itu terjadi karena banyak petani secara bersamaan menguras tambaknya untuk persiapan musim tanam padi. Akibatnya pasokan ikan membludak di pasar dalam waktu bersamaan sehingga harga jual merosot tajam.

“Bulan lalu sudah rugi karena banjir, ikan banyak yang hanyut. Sekarang waktu tambak dikuras buat musim padi, harga ikan malah jatuh,” ujar salah satu petani tambak di Lamongan.

Keluhan serupa juga disampaikan para pemasok ikan di pasar. Mereka mengaku kesulitan menjual ikan karena stok terlalu banyak sementara pembeli tidak bertambah.

“Setiap hari ikan masuk terus dari tambak. Karena panennya bersamaan, harga langsung turun. Kadang modal angkut saja tidak kembali,” kata seorang pemasok ikan di Pasar Ikan Lamongan.

Menurut para pedagang, kondisi seperti ini hampir selalu terjadi saat musim peralihan tambak ke musim tanam padi. Namun tahun ini dampaknya terasa lebih berat karena sebelumnya para petani sudah lebih dulu terdampak banjir.

 

 

Kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Selain kehilangan hasil panen akibat banjir sebelumnya, harga ikan yang anjlok saat ini membuat keuntungan petani semakin menurun.

Para petani berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, terutama terkait penanganan banjir di kawasan tambak serta stabilisasi harga ikan ketika panen berlangsung bersamaan. Mereka juga berharap ada solusi agar hasil panen petani tidak menumpuk di satu waktu sehingga harga jual tetap stabil.

Situasi di Pasar Ikan Lamongan hari ini menjadi gambaran beratnya perjuangan petani tambak yang harus menghadapi dua tekanan sekaligus, yakni kerugian akibat banjir bulan lalu dan merosotnya harga ikan karena pengurasan tambak menjelang musim tanam padi.

Sunariyanto