Program B2SA Provinsi Maluku Prioritaskan Anak Gizi Kurang di Seram Bagian Timur

Forum Kota2 Dilihat

 

Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur. 4 Maret 2026 — Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku melaksanakan penyaluran bantuan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) kepada anak-anak dengan kondisi gizi kurang di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Program ini menjadi kegiatan pertama tahun 2026 dan diprioritaskan di wilayah Kecamatan Bula.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung di masing-masing kantor desa penerima manfaat, dan kegiatan di Kantor Desa Bula pada Rabu (4/3/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT beserta jajaran, Kepala Desa Bula, serta orang tua dan anak-anak yang terdata sebagai penerima manfaat.

Penetapan penerima bantuan tidak dilakukan secara sembarangan. Data penerima bersumber dari posyandu yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten SBT, khususnya bagian gizi. Data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar valid oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten SBT untuk menentukan sasaran program.

Anak-anak yang menerima bantuan merupakan mereka yang telah teridentifikasi mengalami gizi kurang berdasarkan pendataan resmi. Bantuan yang diberikan berupa bahan pangan bernilai gizi tinggi seperti telur, kacang hijau, minyak goreng, dan beberapa bahan pangan pendukung lainnya yang dinilai efektif membantu peningkatan asupan nutrisi.

Sebanyak 21 paket bantuan disalurkan di Desa Bula, sementara desa-desa lain menerima bantuan dengan jumlah yang bervariasi sesuai jumlah anak yang terdata dalam basis data gizi kurang. Dan paket yang terbagi di beberapa desa dengan rincian berbeda sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Adapun desa-desa yang menerima bantuan tahap pertama ini meliputi:
Desa Bula
Desa Waelola
Desa Lemumir
Desa Sesar
Desa Englas
Desa Tanse Ambon
Desa Fattolo
Desa Bula Air
Desa Salas

Seluruh desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Bula dan menjadi lokasi pertama pelaksanaan program B2SA Provinsi Maluku tahun 2026.

Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Elisabet Tan, SP., M.Si., menjelaskan bahwa program ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Maluku.Dan Program tersebut juga pernah di sampaikan oleh Depdagri kepada ketua penggerak PKK Provinsi Maluku dalam pertemuan antara Depdagri dan Ketua PKK agar membantu memberikan nutrisi kepada masyarakat atau anak anak gizi kurang.

Dan Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku melalui program Sapta Cipta, yang salah satu fokusnya adalah penguatan kualitas sumber daya manusia dan peningkatan gizi sebagai fondasi generasi emas Maluku.

Arahan tersebut disampaikan kepada Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Ina Wati Taher, SE., M.Si., untuk segera direalisasikan. Selanjutnya, pelaksanaan teknis di lapangan ditugaskan kepada Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan untuk memastikan bantuan tepat sasaran di Kabupaten Seram Bagian Timur. Dan program tetsebut baru pertama dilaksanakan di provinsi maluku dan kabupaten seram bagian Timur menjadi fokus prioretas pertama di maluku.

Menurut Elisabet Tan, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi masih menjadi kendala sehingga belum semua desa di Kabupaten SBT dapat dijangkau pada tahap awal ini.

Kami menyadari masih ada desa-desa lain yang membutuhkan. Jika kondisi anggaran sudah membaik, kami akan berupaya agar seluruh desa di Kabupaten Seram Bagian Timur bisa mendapatkan program bantuan pangan ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT menyampaikan komitmennya untuk mengusulkan kepada Bupati SBT agar program serupa dapat dianggarkan melalui APBD Kabupaten SBT. Hal ini dinilai penting guna menjangkau desa-desa terpencil dan wilayah terluar yang jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

Menurutnya, penanganan masalah gizi kurang tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah di semua tingkatan.

Para orang tua penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, serta jajaran pejabat yang telah memberikan perhatian kepada anak-anak di Kecamatan Bula.

Mereka berharap program ini tidak berhenti pada tahap pertama, tetapi dapat terus dilanjutkan dan diperluas agar semakin banyak anak yang terbantu dan angka gizi kurang di wilayah tersebut dapat ditekan secara signifikan.

Program B2SA ini menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Maluku di tahun 2026 dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga serta meningkatkan kualitas gizi anak, khususnya di Kabupaten Seram Bagian Timur yang menjadi prioritas pertama pelaksanaan program tahun ini.*** ( Muhammad Lausepa)