Proyek Sabo Dam yang Tersebar Di Salingka Marapi,” Berjalan Optimal Dengan Progres Di Atas Rata-Rata”.

‎Tanah Datar I ForumKota-id _ Proyek yang tersebar sebanyak 4 Titik di Provinsi Sumatera Barat saat ini berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum Cw,Dirjend Sumber Daya Air melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) V Padang antara lain Sabo Dam Batang Malana di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar.

‎Selain SaboDam Batang Malana, juga terdapat di Pagu-Pagu Nagari Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar, Batang Anai Tanah Datar (PadangPanjang), dan Batang Katik Sungai Puar Kabupaten Agam.

‎Objek lokasi pengerjaan proyek tersebut semuanya berlokasi di aliran rawan lahar dingin /sedimen merapi Sumatera Barat dan juga merupakan lokasi bekas Galodo dan Lahar Dingin yang terjadi pada bulan Mei tahun 2024 lalu, saat ini Pemerintah melalui BWS V Padang tengah melakukan pembangunan Bangunan Pengendali Lahar Dingin/Sedimen tersebut.

‎” Semuanya berada dikawasan /Salingka Gunung Marapi” , demikian dikatakan Tata sebagai  Health, Safety, and Environment (HSE) dari rekanan Pelaksana PT.Subur Berkah, KSO kepada ForumKota-id, Selasa (5/5) dilokasi Proyek SaboDam Batang Malana Sungai Jambu.

‎Didampingi Stafnya, Geno dan Aseng Sebagai Humas proyek menambahkan, bahwa secara komulatif pekerjaan yang tersebar di satu kota dan dua kabupaten pada Salingka Gunung Marapi ini dengan Pelaksana yang sama, saat ini sudah capai progres 10 persen dengan dimulainya pekerjaan semenjak Desember 2025 lalu.

‎Namun untuk Sabo Dam Batang Malana sendiri, lanjut Tata, bahwa kegiatan pelaksanaan baru dimulai semenjak Februari 2026 yang lalu.

‎”Inikan secara komulatif dari keseluruhan titik kegiatan yang dikerjakan oleh Pelaksana PT.Subur Berkah.KSO di Sumatera Barat dengan Kawasan Gunung Marapi” katanya.

‎Jika dilihat dari Time Schedule, maka capaian progres secara komulatif saat ini berada di atas rata-rata, imbuhnya.

‎Diketahui, proyek yang dianggarkan dari APBN tahun 2025-2027 secara full ini bernilai Rp.249.8 Miliar lebih  dengan Nomor Kontrak HK 0201-Bws5.8.1/04/2025 akan memakan durasi waktu 28 bulan terhitung semenjak tahun 2025 akhir (Desember), sampai pertengahan tahun 2027 mendatang.

‎Ditengarai rumor berkembang saat pelaksanaan baru berjalan selama 28 hari kalender, Pengerjaan Proyek Pengendali Lahar Dingin/Sedimen Kawasan Gunung Marapi pada objek SaboDam Batang Malana di Sungai Jambu, tentang pemakaian Material tak berizin, hal ini membuat pelaksana merasa difitnah, bahwa kenyataannya, material yang didatangkan dari luar proyek semuanya berizin, termasuk Batching plant / beton ready mix.

‎Ditegaskan Tata kepada ForumKota-id sebagai HSE Proyek, selain kita tidak mempergunakan material di lokasi (tidak dibolehkan) penggunaan material beton semuanya dari luar, ini merupakan SubKont pelaksana, yang secara administrasi ketentuan yang berlaku, semuanya berizin.

‎”Material yang kita pergunakan semuanya Berizin tidak ada yang tidak berizin”, tegasnya.

‎Untuk material Batching Plant disediakan oleh Vendor (SubKont) Limber dari Padang Ganting, semuanya berizin, ulasnya.

‎Ditempat terpisah Guswandi sebagai pemilik Batching Plant dari Linber Group menyebutkan bahwa ReadyMix miliknya diakui sebagai Material dari Quari dan produksi berizin.

‎” Quari dan Produksi Batching plant kami berizin, sampai saat ini produk kami masih rutin bayar pajak retribusi ke Pemerintahan Daerah di Kabupaten ini”, Kata Gun Linber sapaan akrabnya Guswandi membantah tudingan material produksi ReadyMix miliknya sebagai SubKont pada Proyek besar di Sumatera Barat ini.

‎Ditambahkan Gun Linber, bahwa tidak mungkinlah produksi untuk pengerjaan proyek Negara dengan Quari dan Produksi tak berizin, tegasnya mengakhiri. (RL)