Proyek Siluman Di Bukik Mantobak,”Diduga” Pekerjaan “Asal Jadi”, Leading Sector Terkait Bungkam

TANAH DATAR, ForumKota.id – Sebuah skandal pembangunan memalukan dan mencengangkan terungkap jelas di Kabupaten Tanah Datar, Bangunan cekdam di jalur alternatif Batusangkar -Lintau Buo Utara melintasi Koto Tangah (Bukik Mantobak) Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tanjung Emas—yang pengerjaannya baru tuntas beberapa bulan yang lalu, kini kondisi proyek tersebut  hancur dan tidak bisa dimanfaatkan akibat  retak berantakan dan nyaris runtuh total. Padahal sedianya proyek tersebut merupakan DAM pengaman tebing, justeru akibatnya ikut membawa tebing runtuh. Terjadinya kondisi demikian disebabkan minusnya pengawasan dari pihak pengawas yang ditunjuk karena pihak pelaksana “proyek siluman” ini telah melanggar spesifikasi Tekhnis dari kegiatan dan koporan diduga tidak presisi sebagaimana layaknya proyek Cek Dam pengaman tebing lainnya. Namun sayang, bukan keamanan yang didapat, melainkan pemandangan mengerikan yang mengancam nyawa siapa saja yang melintas di sekitarnya setiap hari.

Dalam pantauan ForumKota.id  langsung ke lokasi, Jumat  (10/07) dan menyaksikan kondisi yang sungguh di luar nalar serta sangat menyedihkan. Seluruh permukaan lantai hingga dinding beton cekdam retak merambat ke segala arah seperti jaring yang hancur, terbelah lebar, terangkat dan miring tak beraturan menjauhi posisi semula. Fondasi penahan tanah di bagian bawah dan samping longsor hebat hingga berlubang dalam, membuat struktur bangunan seolah menggantung rapuh tanpa penopang yang kuat. Kerusakan separah ini sungguh mustahil dan tak masuk akal jika terjadi pada bangunan yang baru saja dibangun dalam waktu yang sangat singkat.

Fakta mengejutkan semakin terungkap,  kuat dugaan pelaksanaan proyek ini sengaja melanggar spesifikasi teknis dan sama sekali tidak sesuai dengan dokumen kontrak yang telah disepakati. Penggunaan bahan bangunan kualitas paling rendah serta pengerjaan yang asal-asalan dan terburu-buru menjadi dugaan kuat penyebab cekdam ini hancur begitu cepat tanpa tekanan yang berarti. Proyek ini pun pantas disebut sebagai proyek siluman, karena seolah-olah tak memiliki pemilik yang bertanggung jawab, dikerjakan sekejap mata, lalu ditinggal lenyap begitu saja tanpa ada yang mau mengaku sampai sekarang.

Saat dikonfirmasi fakta mencurigakan ini kepada pihak berwenang, respon yang diterima sungguh sangat mengecewakan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar Busnika Hamdi saat di konfirmasi via WhatsApp tidak ada respon. Bahkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tanah Datar Mustika Suarman pun tidak memberikan jawaban dan tidak memberikan tanggapan apa pun saat di konfirmasi. Hingga berita ini resmi tayang dan dibaca masyarakat luas, kedua pejabat terkait masih bungkam seribu bahasa, tidak ada penjelasan sedikit pun yang diberikan kepada publik.

Salah seorang warga Nagari Koto Tangah yang bertemu di lapangan Syamsir (nama samaran) menaruh kekhawatiran mendalam akan keselamatan. “Baru dikerjakan sebentar saja sudah rusak parah begini, pasti ada yang tidak beres dan merugikan uang rakyat,  Kalau datang hujan deras, bisa hanyut semuanya dan membahayakan nyawa kami” keluh Syamsir dengan nada kecewa. Mereka menuntut pemerintah Kabupaten Tanah Datar segera mengusut tuntas dugaan pelanggaran kontrak ini, melacak siapa dalang dan pelaksananya, serta menindak tegas pihak-pihak yang melakukan penyimpangan merugikan keuangan negara dan rakyat kecil.

Hingga saat berita ini diturunkan, cekdam yang rusak parah dan berbahaya itu masih dibiarkan terbuka begitu saja tanpa ada tindakan pengamanan maupun perbaikan sedikit pun, hanya diberikan rambu yang terbentang. Tim ForumKota.id akan terus memantau ketat perkembangan kasus proyek siluman yang mencoreng nama baik pemerintah daerah Kabupaten  Tanah Datar, menagih janji keadilan dan kejelasan mutlak, agar kebenaran terungkap sepenuhnya dan tidak ada lagi proyek sampah serupa yang merugikan masyarakat di masa depan.***