Pusaran Korupsi Dana ‘Siluman’ di DPRD NTB: 46 Anggota Dewan Terancam, Akuntabilitas Dipertanyakan

Forumkota.id – Aroma busuk korupsi kembali mencuat di lingkungan DPRD NTB. Sebanyak 46 anggota dewan dikabarkan tengah menjadi target pemeriksaan intensif oleh Kejaksaan Tinggi terkait dugaan penyelewengan dana ‘siluman’ yang belum jelas peruntukannya.

Ironisnya, di tengah hiruk-pikuk pembangunan dan janji kesejahteraan, justru lembaga legislatif yang seharusnya menjadi garda terdepan pengawasan anggaran, malah diduga menjadi sarang praktik koruptif. Publik pun bertanya-tanya, ke mana gerangan larinya dana yang seharusnya menjadi hak rakyat NTB?

Kasus ini bukan hanya sekadar persoalan hukum, tetapi juga cermin buram bagi integritas dan akuntabilitas lembaga perwakilan rakyat. Bagaimana mungkin para wakil rakyat yang dipilih dengan harapan menyuarakan aspirasi dan mengawal kepentingan masyarakat, justru terindikasi memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri sendiri?

Dalih ketidaktahuan atau ‘tidak mungkin menerima uang tanpa tahu asalnya’ tentu tak bisa diterima akal sehat. Logika sederhana mengatakan, jika ada transaksi mencurigakan, seharusnya anggota dewan yang terhormat ini menolak mentah-mentah, bukan malah ‘oke siap’ menerima ‘jatah pokir’ dengan imbalan proyek yang dikerjakan pihak lain.

Pemeriksaan 46 anggota DPRD NTB ini harus menjadi momentum untuk membersihkan lembaga legislatif dari praktik kotor korupsi. Aparat penegak hukum dituntut untuk bertindak tegas dan transparan, tanpa pandang bulu, demi mengembalikan kepercayaan publik yang sudah terlanjur terkoyak.

Lebih dari itu, kasus ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen pemerintahan di NTB untuk meningkatkan pengawasan dan transparansi anggaran. Publik berhak tahu ke mana uang mereka dialokasikan dan bagaimana penggunaannya. Tanpa transparansi dan akuntabilitas, korupsi akan terus menggerogoti sendi-sendi pembangunan dan merugikan masyarakat NTB secara keseluruhan.

Sudah saatnya NTB berbenah diri dan membangun pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan pro-rakyat. Jika tidak, maka mimpi kesejahteraan dan kemajuan hanya akan menjadi ilusi belaka.