Reza, Peternak Ayam Kampung Berhasil Raup Puluhan Juta Rupiah Per Bulan

Forum Kota235 Dilihat
banner 468x60

– Kebanyakan orang, terutama yang masih muda, menginginkan pekerjaan yang nyaman, duduk santai di kursi lembut dengan gaji yang terus masuk.

Sedikit orang, terlebih pemuda, yang ingin bekerja kasar atau memerlukan tenaga dan bersedia berjuang dengan pekerjaan yang kotor atau tidak bersih.

banner 525x280

Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Muhamad Reza Azmi Fauzi (24). Pemuda ini justru enggan bekerja di bawah pengawasan orang lain. Ia lebih memilih bekerja sendiri, merasa bebas tanpa ada yang mengatur, segalanya bisa dilakukan secara mandiri. Bisa santai namun tetap mendapatkan hasil yang cukup besar.

Ditemui di lokasi usahanya, di Kampung Cipeusar Kelurahan Sukajaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, Reza mengatakan sebelumnya berternak ayam, yang dikelola oleh orang tuanya, setelah lulus kuliah ia ditawarkan untuk bekerja atau melanjutkan studi lagi.

Ternyata Reza tidak memilih keduanya. Lulusan Fakultas Peternakan Universitas Perjuangan Tasikmalaya ini justru memutuskan untuk menjadi pengusaha.

Maka sejak bulan Maret tahun 2024, ia

memilih fokus pada usaha peternakan ayam lokal daripada bekerja sebagai karyawan orang lain.

Pemilihan usaha ternak ayam kampung dipilih karena perawatannya lebih mudah dibandingkan dengan ternak hewan lainnya. Alasan lainnya, peluang usaha ayam kampung masih sangat menjanjikan.

Meskipun belum genap dua tahun, usaha pemeliharaan ayam kampung yang dijalankan sudah dianggap berhasil. Dalam jangka dua minggu, tidak kurang dari 300 ekor ayam kampung atau sekitar 600 ekor per bulan telah terjual.

Pemasaran ayam kampung masih memiliki peluang yang besar. “Segmen pasar ayam kampung masih terbuka lebar. Di Kota Tasikmalaya saja masih banyak rumah makan yang belum terpenuhi kebutuhannya,” katanya.

Reza mengakui pernah melakukan kontrak dengan salah satu rumah makan besar di Kota Tasikmalaya, namun tidak dilanjutkan karena tidak mampu memenuhi permintaannya.

Saat itu memesan 200 ekor ayam kampung per hari. Bahkan pada bulan puasa bisa mencapai 1000 ekor per hari. Karena saya belum mampu memenuhi pesanan, akhirnya kontrak terputus.

Sekarang, ketika panen ayam kampung langsung dijual kepada pengusaha pemotongan ayam. Apapun jumlahnya akan diterima.

Ditambahkan oleh Reza bahwa ayam yang dikembangkan adalah jenis KUB (Kampung Unggulan Balitna). Ayam ini memiliki keunggulan, yaitu pertumbuhan yang lebih cepat, sehingga bisa dipanen dalam waktu 75-90 hari.

Selain itu, menurut Reza, dia juga melakukan pemeliharaan ayam Sentul Joper. Masalah harganya sama dengan KUB, hanya saja waktu panen lebih lama.

Bila ditanya tentang kunci keberhasilan, Reza mengakui bahwa ia harus tekun, sabar, dan tidak mudah menyerah. Karena ia percaya bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil. Hal ini telah terbukti, dari awalnya hanya memiliki 750 ekor ayam, kini jumlahnya sudah mencapai ribuan ekor.

Makanan, khususnya bagi generasi muda yang ingin memulai usaha, budidaya ayam kampung bisa menjadi pilihan yang tepat. Perawatannya mudah dan pasar masih memiliki peluang yang luas.

Pesan saya kepada semua, terutama bagi generasi muda, batasan bukanlah penghalang. Manfaatkan kemampuan yang ada, “tutupnya. ***

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *