Satu Tahun Lebih Kepemimpinan Bupati SBT Fahri Husni Alkatiri, Wajah Breeding Center Nama Timur Kian Terang: Drainase dan Irigasi Tersier Mulai Dibangun, Bukti Nyata Perhatian Pemerintah untuk Petani

Forum Kota0 Dilihat

 

BULA, SERAM BAGIAN TIMUR  PROVINSI  MALUKU – Memasuki lebih dari satu tahun masa kepemimpinan Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur, Fahri Husni Alkatiri, berbagai program pembangunan mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu yang paling dirasakan masyarakat adalah pembenahan infrastruktur pertanian di kawasan Breeding Center Nama Timur, Desa Bula Air, Kecamatan Bula.

Kawasan yang diproyeksikan sebagai pusat penangkaran benih unggul tersebut kini mulai dilengkapi dengan pembangunan saluran drainase dan irigasi tersier. Infrastruktur ini menjadi kebutuhan mendasar bagi para petani penangkar benih dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, turun langsung meninjau progres pembangunan di lokasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan irigasi tersier merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan Breeding Center Nama Timur sebagai sentra produksi benih padi unggul daerah.

Pembangunan irigasi tersier ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kebutuhan air bagi lahan penangkaran benih padi. Dengan sistem pengairan yang baik, distribusi air ke areal persawahan dapat berjalan optimal sehingga produktivitas dan kualitas benih yang dihasilkan petani juga meningkat,” ujarnya.

Menurut Sofyan, saluran irigasi yang sedang dibangun akan melayani sekitar lima hektare lahan penangkaran benih padi yang telah dipersiapkan sebagai pusat produksi benih sebar. Kawasan Breeding Center Nama Timur nantinya diharapkan menjadi pemasok utama kebutuhan benih padi bagi Kecamatan Bula Barat, kawasan transmigrasi, serta sejumlah wilayah lain di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Ia menjelaskan, kebutuhan benih sebar padi di Kabupaten Seram Bagian Timur saat ini mencapai sekitar 30 hingga 40 ton per tahun, seiring meningkatnya program perluasan areal tanam dan penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kapasitas produksi benih lokal agar tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Ini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah. Jika kebutuhan benih dapat dipenuhi oleh petani penangkar kita sendiri, maka selain meningkatkan kemandirian daerah, juga akan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Petani tidak hanya menjadi pengguna benih, tetapi juga menjadi produsen yang memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Dinas Pertanian juga terus memberikan pendampingan kepada kelompok penangkar benih melalui penyediaan sarana produksi, bantuan alat dan mesin pertanian, pelatihan teknis, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.

Sofyan menegaskan bahwa pengembangan Breeding Center Nama Timur tidak hanya difokuskan pada benih padi. Ke depan, kawasan tersebut juga akan diarahkan menjadi pusat pengembangan bibit hortikultura dan tanaman perkebunan guna memenuhi kebutuhan petani di daerah.

Harapannya, semua kebutuhan bibit unggul dapat dipenuhi dari daerah sendiri sehingga petani memperoleh akses yang lebih mudah, cepat, dan murah,” katanya.

Dalam program penangkaran benih yang sedang berjalan, sejumlah petani mengelola lahan seluas sekitar satu hektare per orang. Dengan asumsi produktivitas rata-rata mencapai lima ton per hektare, kawasan Breeding Center Nama Timur berpotensi menghasilkan sedikitnya 25 ton benih padi dalam satu musim tanam, sebuah capaian yang sangat strategis dalam mendukung kebutuhan benih daerah.

Selain irigasi, pembangunan drainase juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Menurut Sofyan, keberadaan drainase yang baik tidak hanya berfungsi mengendalikan aliran air, tetapi juga mendukung pembukaan lahan pertanian baru yang selama ini terkendala persoalan tata air.

Drainase yang memadai akan memperlancar distribusi air sekaligus mempercepat proses pembukaan lahan baru. Ketika kebutuhan air petani terpenuhi, maka aktivitas tanam dapat meningkat dan produktivitas pertanian juga akan bertambah,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga dapat dimanfaatkan petani menjelang musim tanam berikutnya. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin memadai, Breeding Center Nama Timur diyakini akan berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian di Kabupaten Seram Bagian Timur.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, perubahan yang terjadi di Breeding Center Nama Timur mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam kurun waktu lebih dari satu tahun kepemimpinan Bupati Fahri Husni Alkatiri, kawasan yang sebelumnya minim fasilitas pendukung kini mulai bertransformasi menjadi pusat pengembangan pertanian yang menjanjikan masa depan lebih baik bagi petani dan ketahanan pangan daerah.

Dengan kebutuhan benih sebar padi yang mencapai 30 hingga 40 ton per tahun, keberadaan Breeding Center Nama Timur diharapkan mampu menjadi lokomotif kemandirian benih, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menopang ketahanan pangan Kabupaten Seram Bagian Timur dan Provinsi Maluku di masa mendatang. *** M.  Lausepa.