PEKANBARU, FORUMKOTA.ID – Gelombang tuntutan penegakan hukum tegas kembali bergema di Provinsi Riau. Selasa (28/7/2026), LSM Abdi Lestari (ABRI) untuk kelima kalinya menggeruduk Markas Polda Riau dalam aksi bertajuk “Jilid V”, membawa peringatan keras: masyarakat tak akan diam jika hukum hanya tajam ke bawah namun tumpul ke atas, sementara berbagai aktivitas ilegal masih merajalela di berbagai pelosok daerah.
Koordinator Lapangan Antonio Hasibuan menegaskan kedatangan mereka bukan sekadar cari sensasi, melainkan menagih janji dan keseriusan aparat. “Ini kelima kalinya kami datang. Kami kecewa karena belum ada perubahan nyata. Jangan sampai hukum hanya menindak rakyat kecil, tapi membiarkan aktor besar dan pelindungnya bergerak bebas,” tegasnya lantang di hadapan massa.
Dalam tuntutannya, LSM ABRI menyoroti lima masalah utama yang menggerus sumber daya dan keamanan daerah: tambang galian C ilegal, penebangan liar atau illegal logging, pencurian serta perdagangan CPO ilegal, penyalahgunaan BBM bersubsidi, hingga jaringan peredaran narkoba. Pihaknya menuntut pengungkapan menyeluruh, tak berhenti pada pelaku lapangan saja.
Khusus kasus narkoba, Antonio mengingatkan bahwa menangkap kurir saja tak akan memutus rantai kejahatan. Aparat harus berani menelusuri hingga ke aktor intelektual dan jaringan besar jika alat bukti sudah lengkap. Demikian pula dengan kerusakan alam dan penyalahgunaan sumber daya, seluruh pihak yang terlibat—termasuk yang diduga memberi perlindungan—harus diproses tanpa pandang bulu.
LSM ABRI telah menyerahkan data dan dokumen pendukung kepada pihak kepolisian sebagai bahan penyelidikan. Pihaknya juga menyampaikan tujuh butir tuntutan tegas, mulai dari penindakan tegas setiap oknum yang terlibat, pengungkapan menyeluruh kasus-kasus ilegal, hingga komitmen bekerja profesional dan transparan. Jika tak ada tindak lanjut nyata, mereka mengancam akan menggelar aksi massa yang jauh lebih besar.
Perwakilan Polda Riau, Perwira Pengawas Kompol Dewi, menerima aspirasi tersebut dengan tertib dan menjamin akan segera menyampaikan seluruh tuntutan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku. Aksi pun berakhir aman dan kondusif, namun menjadi peringatan jelas bahwa pengawalan masyarakat terhadap keadilan di Riau baru saja dimulai.***
