FORUM KOTA |PALEMBANG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Palembang kembali menuai sorotan. Kali ini, perhatian publik tertuju pada dugaan adanya kejanggalan dalam proses seleksi yang disebut-sebut menguntungkan pihak tertentu.
Sorotan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Sriwijaya Corruption Watch (SCW), M. Sanusi AS, SH., MH., yang menilai terdapat indikasi ketidakwajaran dalam proses penerimaan peserta didik di sekolah tersebut.
Menurut Sanusi, terdapat temuan data calon siswa yang diduga tidak sesuai ketentuan administrasi. Ia menyebut adanya peserta yang tercantum menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dengan jumlah digit yang berbeda dari standar yang berlaku serta adanya penulisan asal sekolah yang tidak ditampilkan secara spesifik sebagaimana peserta lainnya.
“Secara kasat mata terdapat perbedaan pada data peserta tertentu dibandingkan peserta lain. Ini yang harus dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan kecurigaan publik,” ujar Sanusi kepada wartawan, Senin (08/06/2026).
Tak hanya itu, SCW juga mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses SPMB yang dinilai berjalan sangat cepat pada sejumlah peserta tertentu. Menurut Sanusi, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan kesetaraan akses dalam penerimaan siswa.
“Banyak siswa yang memiliki kemampuan dan prestasi merasa kehilangan kesempatan. Jika memang ada perlakuan berbeda dalam proses seleksi, maka ini harus dibuka secara terang agar keadilan pendidikan tetap terjaga,” tegasnya.
Sanusi juga menyinggung jabatan Drs. Sugiyono, MM yang saat ini menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 3 Palembang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Palembang. Menurutnya, perlu ada penjelasan dari pihak berwenang terkait kebijakan penunjukan dan masa penugasan tersebut agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan melakukan evaluasi dan memberikan klarifikasi secara terbuka atas berbagai persoalan yang berkembang.
Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Drs. Sugiyono melalui pesan WhatsApp hingga berita ini disusun disebut belum memperoleh tanggapan. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait untuk menjaga prinsip keberimbangan informasi.(Mth)













