Silaturahim Akademik dan Visiting Lecture Perkuat Jejaring IAIH Pancor–UIN Syeikh Wasil Kediri

banner 468x60

Forumkota.id | NTB – Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menggelar silaturahim akademik dan visiting lecture bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Syeikh Wasil Kediri, Jawa Timur, di Auditorium IAIH Pancor, Selong, Lombok Timur, Senin (29/12).

Melalui kegiatan tersebut, kedua perguruan tinggi membuka ruang pertukaran gagasan keilmuan di bidang dakwah, komunikasi, dan jurnalistik sekaligus memperkuat jejaring akademik antarlembaga.

banner 336x280

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIH Pancor, Suhaidi, menilai silaturahim akademik berperan penting dalam memperluas wawasan sivitas akademika.

“Saya berpesan, segala hal itu tidak harus banyak dan tidak harus lama. Jika Allah memberikan keberkahan, hal yang kecil bisa menjadi besar. Mari kita serap ilmu yang dibawa oleh tamu-tamu kita dari Kediri,” ujar Suhaidi.

Dalam sesi visiting lecture, Ketua Program Studi Jurnalistik Islam UIN Syeikh Wasil Kediri, Lukman Hakim, membahas tantangan komunikasi dan penyebaran informasi di era media sosial.

“Ini bukanlah akhir, namun ini adalah awal, di mana setelah ini kita akan menjajaki kerja sama, baik untuk publikasi maupun pengabdian kepada masyarakat ke depannya,” kata Lukman.

Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang lebih mempercayai influencer dibandingkan ahli, terutama melalui potongan video di media sosial.

“Orang-orang hari ini lebih belajar kepada influencer dibandingkan ahli. Mereka memperhatikan visual dan editing sehingga lebih percaya, tanpa mengidentifikasi apakah informasi itu valid atau tidak,” ujarnya.

Lukman mendorong akademisi dan praktisi komunikasi untuk aktif hadir di media sosial agar ruang digital terisi konten berbasis pengetahuan dan pendidikan.

“Media sosial seharusnya tidak dikuasai oleh orang-orang yang baru belajar beberapa detik lalu menganggap dirinya pakar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Syeikh Wasil Kediri, Faizil Rahman, menyampaikan materi terkait misinformasi dan ujaran kebencian dalam ruang digital.

“Orang-orang baru belajar 10 menit sudah menganggap dirinya pakar, lalu mereka membuat konten, dan terjadilah misinformasi,” ujarnya.

Faizil menilai komentar negatif di media sosial kerap muncul karena minimnya pertimbangan etika.

“Orang berkomentar negatif itu tidak butuh modal, jadi mudah untuk dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa aktivitas dakwah dan komunikasi di media sosial harus bertumpu pada dasar keilmuan agar tidak memicu ketegangan di tengah masyarakat.

Kegiatan silaturahim akademik dan visiting lecture tersebut diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman sebagai langkah awal penguatan kerja sama antar lembaga ke depan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *