Kendal – FORUM KOTA.ID, Maraknya dugaan perampasan kendaraan bermotor yang dilakukan oleh oknum berkedok debt collector (DC) dinilai meresahkan masyarakat Jawa Tengah. Menyikapi hal tersebut, Ormas SNKB membuka layanan pengaduan bagi warga yang merasa menjadi korban.
Ketua SNKB Jawa Tengah, Mochamad Ashari, mengajak masyarakat untuk tidak takut melaporkan dugaan perampasan kendaraan yang dilakukan secara tidak sesuai prosedur. Laporan dapat disampaikan melalui wa. 082134828751
“Banyak masyarakat yang mengeluh kendaraannya dirampas oleh oknum yang mengaku sebagai DC. Kami mengajak warga Jawa Tengah untuk melapor agar persoalan ini bisa ditangani bersama,” kata Mochammad, Sabtu (14/02/26).
Mochamad menjelaskan, pihaknya bersama tim, sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas), serta lembaga bantuan hukum (LBH) siap menerima dan mendampingi pengaduan masyarakat. Langkah ini dilakukan demi menjaga situasi Kendal tetap kondusif.
“Kami tidak tahu apakah mereka benar oknum DC atau bukan. Saat penarikan kendaraan, diduga tidak membawa kartu identitas atau surat tugas yang jelas. Kendaraan langsung ditarik dan dibawa ke kantor,” ujarnya.
Selain membuka pengaduan, SNKB juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah lembaga untuk melakukan upaya pengawasan di lapangan terkait dugaan maraknya perampasan kendaraan berkedok DC. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mengirimkan surat permohonan izin kegiatan tersebut kepada Polda Jateng dan koordinasi dengan Kodam Diponegoro.
“Diam berarti ditindas. Kami akan bergerak sesuai aturan hukum agar masyarakat tidak lagi menjadi korban,” tegas Mochammad.
Sementara Sekretaris SNKB, Drs Suparto berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti keluhan masyarakat dan memastikan setiap proses penarikan kendaraan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya Seorang siswa SMA di Kota Pekalongan diduga menjadi korban tindakan arogan oknum debt collector (DC) saat melintas di kawasan Alun-alun Kota Pekalongan. Peristiwa tersebut menuai sorotan dan kecaman dari advokat serta organisasi masyarakat.
