Subsatgas Dokkes Pastikan Kesiapan Personel Zebra Tinombala 2025

Forum Kota | Sulteng — Di balik ketatnya pengawasan lalu lintas dalam Operasi Zebra Tinombala 2025, terdapat pekerjaan diam yang tak kalah pentingnya. Pada hari Rabu pagi, di Mako Ditlantas Polda Sulawesi Tengah, tim Subsatgas Dokkes Satgas Banops menjalankan tugasnya: melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap puluhan personel sebelum mereka kembali turun ke lapangan. Kegiatan sederhana ini menjadi dasar dari operasi besar yang berlangsung serentak di seluruh wilayah.

Pemeriksaan dilakukan secara cermat dan terstruktur. Setiap petugas yang hadir wajib menjalani serangkaian pemeriksaan seperti tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, hingga kadar gula darah. Di sudut lain, beberapa anggota tampak berdiskusi langsung dengan tenaga medis mengenai keluhan kecil yang mereka alami setelah beberapa hari bekerja dengan intensitas tinggi. Vitamin juga dibagikan agar tubuh mereka tetap siap menghadapi tugas yang membutuhkan stamina prima.

Operasi Zebra Tinombala 2025 dikenal sebagai salah satu operasi kepolisian yang paling menguras kondisi fisik. Mobilitas yang tinggi, cuaca yang tidak stabil, serta konsentrasi yang harus tetap terjaga dalam waktu lama menyebabkan personel rentan mengalami kelelahan. Oleh karena itu, dukungan kesehatan bukan hanya tambahan, melainkan kebutuhan penting.

Kombes Pol Atot Irawan, Dirlantas Polda Sulteng, melalui Kasatgas Banops Kompol Aditya Pandita Wibisono, menegaskan bahwa Biddokkes memiliki peran kunci dalam memastikan kelancaran operasi. “Pemeriksaan kesehatan ini penting agar seluruh personel tetap dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas di lapangan,” kata Kompol Aditya. Ia menekankan bahwa kesiapan fisik merupakan modal utama dalam operasi yang intensitasnya setara Zebra.

Menurutnya, kondisi lapangan yang sering berubah memerlukan personel untuk selalu menjaga tingkat kebugaran yang stabil. Pekerjaan yang dilakukan di pagi hari bisa sangat berbeda dengan tantangan yang muncul pada siang atau malam hari. “Karena itu, pemantauan kesehatan menjadi langkah pencegahan yang tidak dapat ditawar,” tambahnya.

Pada beberapa operasi sebelumnya, beberapa anggota sempat mengalami kelelahan berat akibat kurangnya waktu istirahat karena tuntutan tugas. Tahun ini, Polda Sulteng berkomitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Melalui pemeriksaan rutin, risiko gangguan kesehatan dapat diidentifikasi lebih awal dan segera ditangani.

Kegiatan ini juga merupakan wujud apresiasi lembaga terhadap para personel yang bertugas di lini depan. Di tengah tugas yang sering kali penuh tekanan, perhatian terhadap kesehatan menjadi pengingat bahwa keselamatan anggota adalah bagian dari prioritas utama institusi kepolisian.

Bagi petugas yang menjalani pemeriksaan, kegiatan ini memberikan rasa aman khusus. Mereka merasa didukung, dan yang lebih penting, telah dipersiapkan secara profesional sebelum kembali menghadapi lalu lintas yang ramai serta berbagai perubahan di jalan raya. “Kami merasa lebih siap setelah diperiksa. Setidaknya kami tahu tubuh kami masih dalam kondisi baik untuk bertugas,” kata salah satu anggota yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dalam rangka Operasi Zebra Tinombala 2025 yang terus berlangsung, pemeriksaan kesehatan ini dianggap sebagai tindakan kecil yang memiliki dampak signifikan. Ketika personel beroperasi dalam kondisi terbaik, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih efisien dan optimal.

Pada akhirnya, keberhasilan operasi tidak hanya dinilai dari jumlah pelanggaran yang berhasil dikurangi atau tingkat kelancaran lalu lintas yang meningkat. Ada faktor lain yang tidak terlihat namun sangat berpengaruh: manusia di balik seragam, yang kesehatannya dijaga agar mereka mampu menjaga keselamatan orang lain.***