TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID — Menegakkan ketertiban lalu lintas tak melulu soal peluit dan tilang. Kamis (17/9/2026), di Aula Polres Tanah Datar, hadir cara yang lebih hangat: Lomba Tandiang Koa Kamseltibcar Lantas “Badunsanak”. Bukan mengintimidasi, melainkan mengajak duduk bersama — membangun kesadaran dari hati, bukan dari rasa takut.
Pendekatan berubah wajah. AKBP Marwan Fajrin, S.I.K., M.I.K., Kapolres Tanah Datar, secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan: lomba ini bukan sekadar mencari pemenang. Ini pintu terbuka — menghapus jarak antara seragam dan warga, menanamkan pesan keselamatan dalam suasana kekeluargaan. Kamseltibcar Lantas bukan beban polisi saja — ini tugas kita semua.
Polisi adalah bagian dari masyarakat, bukan pengawas di pinggir jalan. Kapolres menyampaikan terus terang: mungkin belum semua warga mengenalnya. Lewat Tandiang Koa, ia hadir langsung, bersapa, berkomunikasi — membuktikan bahwa di balik seragam ada sesama warga Tanah Datar yang peduli keselamatan bersama.
Pesan tak boleh berhenti di ruangan. Kesadaran tertib berlalu lintas harus pulang ke rumah, dibawa ke lingkungan, ditularkan ke keluarga. Bukan karena takut ditilang — melainkan karena sayang nyawa sendiri dan sesama. Kepatuhan lahir dari kesadaran, bukan paksaan. Itulah perubahan yang ingin ditumbuhkan.
Apresiasi datang dari kursi perwakilan rakyat. Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menyambut hangat langkah ini. Kegiatan yang menyatukan budaya, hiburan, dan pesan sosial adalah langkah yang patut didukung. Kebersamaan seperti inilah yang memperkuat fondasi daerah — bukan benteng yang memisahkan aparat dan warga.
Di balik panggung, ada kebersamaan yang tulus. Panitia Arief Rahman menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Polres Tanah Datar. Lomba ini membuktikan: pesan penting bisa disampaikan tanpa suara keras. Lewat Tandiang Koa, silaturahmi dipererat, kesadaran ditumbuhkan, dan kebersamaan dihidupkan.
Pada akhirnya, siapa menang dan siapa kalah bukan hal utama. Yang terpenting: jarak hilang, saling percaya tumbuh, dan kesadaran tertib berlalu lintas semakin kokoh. Semangat “Badunsanak” mengingatkan: kita satu keluarga. Menjaga jalan raya aman dan tertib — itu tanggung jawab seluruh warga Tanah Datar.
“Tertib bukan karena takut ditilang — melainkan karena sayang diri sendiri dan sesama. Badunsanak membangun keselamatan bersama.”***
