TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID — Kabar duka sekaligus peristiwa memilukan mengguncang warga Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar. Senin (23/08/2026) sekira pukul 16.00 WIB, di wilayah Ladang Laweh, Jorong Rambatan, ditemukan seorang warga bernama Afrince (70 tahun) meninggal dunia dengan kondisi tergantung di sebuah gubuk bekas tempat percetakan batu merah — peristiwa yang terjadi begitu tiba‑tiba dan mendatangkan kesedihan mendalam bagi keluarga.
Korban bernama Afrince, berusia 70 tahun, bersuku Jambak dan sehari‑harinya bekerja sebagai petani, beralamat persis di wilayah Ladang Laweh, Jorong Rambatan, Nagari yang sama. Kejadian ini terungkap berkat kewaspadaan seorang warga bernama Hendra (43 tahun, suku Tanjung, petani) yang saat itu sedang berada di lokasi: dari kejauhan ia melihat sesosok tubuh berdiri diam di bangunan gubuk tersebut, tak bergerak sedikit pun. Merasa ada yang tak beres, Hendra segera mendekat — dan betapa terkejutnya ia saat menyadari bahwa orang itu ternyata telah meninggal dunia dalam keadaan tergantung.
Dengan segera Hendra memanggil saksi lain, Dodi (38 tahun, suku Minang, petani, beralamat Jorong Balimbiang, Nagari Balimbiang), lalu keduanya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang. Tak lama berselang, tim kepolisian segera tiba di Tempat Kejadian Perkara: personel dari Polsek Rambatan, tim Pamapta serta piket fungsi Polres Tanah Datar turun langsung ke lokasi guna melakukan pemeriksaan menyeluruh, mengamankan tempat kejadian, serta mencatat segala hal yang ada di lokasi dengan teliti dan cermat.
Di lokasi ditemukan sejumlah barang bukti yang dicatat secara resmi: satu helai celana berwarna merah bata, serta satu jaring atau “pikek” berukuran sekitar satu meter — keduanya kini menjadi bagian dari catatan pemeriksaan untuk dikaji hubungannya dengan peristiwa yang terjadi. Sementara kronologi yang dihimpun jelas menggambarkan bagaimana peristiwa ini terungkap, dari pandangan pertama saksi hingga penemuan yang memilukan itu, lalu langkah cepat melaporkan kepada aparat penegak hukum setempat.
Saat ini proses penanganan terus berjalan di bawah pengawasan kepolisian. Pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan saksi, meneliti kondisi lokasi, serta mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan guna mengetahui latar belakang dan kronologi lengkap peristiwa ini. Hendra dan Dodi telah memberikan keterangan secara jelas dan lengkap sebagai saksi mata yang pertama kali mengetahui dan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang.
Warga sekitar kini diliputi kesedihan sekaligus rasa prihatin mendalam atas kepergian Afrince yang dikenal sebagai petani sederhana dan warga yang baik hati. “Kami semua tak menyangka, beliau orang yang tenang dan rajin bekerja — kepergiannya begitu tiba‑tiba membuat hati kami terasa kaget,” ungkap warga sekitar. Hingga saat ini kepolisian belum memberikan kesimpulan akhir, namun proses penyelidikan terus berjalan tuntas — demi kejelasan fakta, kebenaran, serta penghormatan terakhir bagi almarhum Afrince.***
