Dari Galon Bekas Jadi Bank Sampah, KKN UIN Walisongo Posko 96 Ajak Siswa SD Kenali Sampah Organik dan Anorganik

Forumkota.id _ Demak — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang Posko 96, melalui Divisi Kesehatan Lingkungan (Kesling), tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata berupa bank sampah hasil kreasi dari galon bekas kepada tiga Sekolah Dasar, yaitu SD Guntur 1, SD Bakalrejo 1, dan SD Bakalrejo 2. Di setiap sekolah, tim menyerahkan dua bank sampah, masing-masing untuk sampah organik dan sampah anorganik, sebagai fasilitas yang dapat terus digunakan siswa dalam kesehariannya di sekolah.

Kegiatan dilaksanakan secara bertahap di tiga sekolah tersebut. Sosialisasi dan penyerahan bank sampah di SD Guntur 1 dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus, dilanjutkan di SD Bakalrejo 2 pada Selasa, 11 Agustus, dan diakhiri di SD Bakalrejo 1 pada Jumat, 14 Agustus.

Persoalan sampah yang tidak dipilah masih menjadi masalah umum di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Banyak anak-anak yang belum memahami perbedaan antara sampah organik, seperti sisa makanan dan kulit buah, dengan sampah anorganik seperti plastik dan kertas bekas jajan. Kondisi ini seringkali membuat sampah tercampur begitu saja tanpa dipilah sejak dari sumbernya, sementara fasilitas tempat sampah terpilah di sekolah pun masih jarang tersedia.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Posko 96 berinisiatif tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi berkelanjutan berupa bank sampah yang dibuat dari galon bekas. Galon-galon tersebut diolah dan dikreasikan sedemikian rupa, mulai dari proses pembersihan, pengecatan, hingga pemberian label organik dan anorganik, sehingga tidak hanya fungsional tetapi juga menarik secara visual bagi siswa sekolah dasar.

“Kami sengaja memanfaatkan galon bekas karena selain mengurangi sampah plastik yang sudah tidak terpakai, juga bisa jadi contoh langsung ke anak-anak bahwa barang bekas pun bisa diubah jadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Iqbal, salah satu anggota tim Kesling Posko 96.

Sebelum bank sampah diserahkan, tim KKN terlebih dahulu memberikan sosialisasi dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai contoh benda-benda sehari-hari yang biasa dijumpai anak-anak. Siswa juga diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah menggunakan bank sampah yang telah disediakan, sehingga materi yang disampaikan tidak berhenti pada teori.

“Ternyata kulit pisang itu sampah organik, kalau bungkus plastik jajan itu sampah anorganik. Sekarang aku jadi tahu cara buang sampah yang benar,” ujar salah satu siswa peserta sosialisasi.

Safira, anggota tim Kesling lainnya, menambahkan bahwa kehadiran bank sampah fisik ini menjadi pengingat harian bagi siswa. “Harapannya, dengan adanya bank sampah ini, siswa tidak hanya paham teori saat sosialisasi, tapi juga terbiasa memilah sampah setiap hari karena fasilitasnya sudah ada langsung di sekolah,” katanya.

Melalui rangkaian kegiatan sosialisasi dan penyerahan bank sampah ini, mahasiswa KKN Posko 96 berharap ketiga sekolah dasar tersebut dapat terus menjaga kebiasaan memilah sampah organik dan anorganik secara berkelanjutan, bahkan setelah masa KKN berakhir. Bank sampah dari galon bekas ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kepedulian lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Penulis :
Safira Nurul Isna,Bella Aprilia & Muhammad Iqbal Alfiantino W devisi kesehatan lingkungan posko 96 desa bakalrejo.