FORUMKOTA.ID |LAMPUNG TENGAH – warga Kampung Joharan dan Kampung Bina Karya Utama, Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah siap gruduk Kantor Bupati dan kantor Baznas Kabupaten Lampung Tengah untuk mendesak Komisioner Baznas menepati janji 05 Januari 2026 terkait realisasi pembangunan 15 Bedah Rumah di Kecamatan Putra Rumbia.
Hal itu di sebabkan dari 15 Rumah yang di rencanakan akan di bedah, sampai saat ini baru 7 Rumah yang terselesaikan, itu menyebakan kekecewaan warga Kampung Joharan dan Kampung Bina Karya Utama,
Menurut salah satu penerima manfaat yang tidak ingin di sebutkan nama nya menjelaskan kepada awak media pada hari Senin 05 Januari 2026 diri nya di hubungi aparat kampung dan di mintai hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan program bedah Rumah Baznas, dikarnakan pengajuan permohonan telah di ACC oleh Baznas dan akan segera di bangun, kalau tidak salah dalam acara tersebut turut hadir Plt Bupati, para Pimpinan Baznas beserta Staf, Camat Putra Rumbia dan beberapa Kepala Kampung,” Ungkapnya.
Dirinya mengungkapkan kepada awak media dalam sambutan salah satu pimpinan Baznas menjelaskan kepada bapak Plt Bupati dan para masyarakat penerima manfaat, bahwa hari ini akan di bangun 15 rumah di mulai dari rumah yang ada di depan kita. Saya sebagai salah satu penerima merasa terharu karna dalam benak saya tidak lama lagi rumah saya akan di bangun menjadi rumah layak huni, tapi kenyataan nya sampai sekarang masih belum terbangun. Oleh karna itu saya bersama delapan warga lain nya berencana akan mendatangi kantor Bupati dan Kantor Baznas Lampung Tengah ingin menanyakan sebenar nya rumah kami ini akan di bangun atau tidak, mengingat sudah empat bulan lebih kami menunggu tapi tak ada kejelasan ,” Ucap salah satu PM.
Dilain sisi Hidayat Selaku Masyarakat Lampung Tengah angkat bicara terkait keluhan masyarakat di dua kampung Kecamatan Putra Rumbia yang mengeluhkan sampai saat ini rumah nya belum terbangun.
Atas hal tersebut pada Rabu 22 Januari 2026 Hidayat mendatangi Kantor Baznas Lampung Tengah guna untuk menanyakan kebenaran keluhan masyarakat di dua kampung tersebut, dan langsung di sambut oleh dua Komisioner Baznas (Iklas dan Pitrisman).
hidayat mempertanyakan kepada Iklas selaku WK I bidang pengumpulan dana apa kendala nya iklas hanya menjawab diri nya tidak tahu dan kaget mendengar bahwa dari 15 Kepala Keluarga Penerima Manfaat hanya 7 Keluarga saja yang rumah nya sudah di bangun.
Setelah itu Hidayat menanayakan kepada Pitrisman selaku Bidang II Pendiatribusian dan mendapatkan jawaban yang mengherankan diri nya tidak tahu dan tidak pernah tahu terkait apa saja yang di diatribusikan akhir akhir ini.
Padahal menurut hidayat pendapatan Baznas tiga bulan terkahir ini mencapai Rp. 1.642.878.518,- (Satu Miliar Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Delapan Lima Ratus Delapan Belas Rupiah).
- Alokasi Januari. Rp. 492.821.467,-
- Alokasi Februari Rp. 483.803.377,-
- Alokasi Maret. Rp. 666.253.674,-
Total. Rp. 1.642.878.518,- (Satu Miliar Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Delapan Lima Ratus Delapan Belas Rupiah).
Itu kita tarik dari tiga bulan terakhir di tahun 2026 bagai mana seandainya kalau kita kalikan semasa lama nya menjabat limah tahun?!! Jadi dapat disimpulkan bahwa para Komisioner Baznas Lampung Tengah dugaan terlibat KKN karna lebih mementingkan urusan pribadi dan golongan bukan kepentingan masyarakat terlebih dana yang di kelola oleh Baznas itu adalah duit Umat,”Tegasnya.
